BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) di halaman Kantor Bupati Kobar sejak Rabu hingga Kamis, 22 Oktober 2026. Sejumlah komoditas pangan, termasuk telur dan sayuran, habis terjual pada hari pertama kegiatan.
Pada Rabu, 21 Oktober 2026 sebanyak 120 pak telur yang disediakan panitia terjual habis. Stok sayuran yang dijajakan kepada masyarakat juga ludes, menunjukkan tingginya minat warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Memasuki hari kedua, Kamis, 22 Oktober 2026, pasar murah kembali menyediakan berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari beras, gula pasir, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai rawit merah, sawi, tomat, dan timun. Selain itu, tersedia gas LPG ukuran 3 kilogram, 5,5 kilogram, dan 12 kilogram.
Bupati Kobar, Nurhidayah, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan inovasi pemerintah daerah yang dilaksanakan setiap Rabu dan terbuka bagi masyarakat umum. Program tersebut bertujuan membantu warga memperoleh bahan pangan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
“Gerakan pangan murah ini inovasi yang kami laksanakan setiap hari Rabu. Kegiatan ini terbuka untuk masyarakat umum karena memang harganya diberikan lebih murah dari pasar,” kata Nurhidayah.
Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Bulog, Dinas Pertanian, serta Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan. Pemkab Kobar juga menghadirkan produk lokal, seperti telur, sayuran, dan cabai, untuk mendukung pemasaran hasil produksi masyarakat.
Manfaat pasar murah turut dirasakan salah seorang warga Kobar, Ibu Minah yang berbelanja pada Kamis. Ia membeli sejumlah kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, gula, beras, dan cabai rawit.
Ia bersyukur dengan adanya pasar murah tersebut, terutama karena harga cabai rawit belakangan ini mengalami kenaikan. Di lokasi kegiatan, cabai rawit merah dijual seharga Rp10 ribu per bungkus sehingga masih dapat dijangkau sesuai kemampuannya.
“Alhamdulillah, dengan adanya pasar murah ini saya merasa terbantu, apalagi sekarang harga cabai rawit lagi naik. Disini cabai rawit dijual Rp10 ribu per bungkus, jadi masih terjangkau untuk saya dan ibu-ibu yang lain. Tadi saya juga membeli minyak goreng, gula, dan beras untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Ibu Minah.
Menurut Ibu Minah, keberadaan pasar murah membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dapur tanpa harus mengeluarkan biaya lebih besar, khususnya untuk komoditas yang harganya sedang meningkat.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Kobar berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Tingginya minat warga juga menjadi gambaran pentingnya kegiatan yang mendukung akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus membantu menjaga keterjangkauan harga pangan di daerah. (NURITA/H)









