SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ada perubahan besar di salah satu jalur yang selama ini akrab dilalui warga Sampit. Ruas Jalan Tjilik Riwut yang berada di ujung landasan pacu Bandara Haji Asan kini resmi ditutup permanen.

Penutupan itu bukan tanpa alasan. Area tersebut masuk dalam rencana pengembangan Bandara Haji Asan, terutama untuk perpanjangan landasan pacu dan pemagaran kawasan bandara.

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengatakan lahan yang selama ini menjadi bagian dari akses kendaraan tersebut telah dibeli pemerintah daerah dan kemudian dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan.

“Ini memang karena kebutuhan perpanjangan landasan pacu bandara. Tanah ini sudah dibeli pemerintah daerah dan dihibahkan kepada Kementerian Perhubungan,” kata Halikinnor, Jumat, 23 Oktober 2026.

Bagi pengendara yang terbiasa melintas di kawasan itu, perubahan tentu terasa. Jalur yang sebelumnya bisa dilalui kini harus diganti dengan rute alternatif.

Pemkab Kotim menyiapkan tiga pilihan jalur. Salah satunya melalui Jalan Jaksa Agung R Soeprapto yang terhubung dengan Jalan Lingkar Utara atau Jalan Ir Soekarno.

Pilihan lain berada di simpang tiga Jalan Tjilik Riwut menuju akses Bengkirai, serta simpang tiga Kilometer 8 Jalan Tjilik Riwut menuju Jalan Lingkar Utara.

Sebelum penutupan permanen diberlakukan, Dinas Perhubungan Kotim telah melakukan simulasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

Pada hari pertama, arus kendaraan dilaporkan tetap berjalan lancar. Meski harus menempuh rute memutar, belum ada laporan keberatan dari pengendara berdasarkan pemantauan petugas.

“Ini salah satu bentuk kemajuan suatu daerah. Salah satu risikonya memang seperti itu. Harapan saya, masyarakat juga sangat memahami bahwa penutupan ini untuk kepentingan kita semua,” ujar Halikinnor.

Perubahan jalur juga membuat kondisi jalan alternatif menjadi perhatian.

Di Jalan Jaksa Agung R Soeprapto, misalnya, masih terdapat beberapa bagian yang mengalami kerusakan ringan. Pemkab telah melakukan penanganan sementara menggunakan agregat.

“Tadi saya sudah cek langsung, memang ada kondisi sedikit yang rusak, tapi itu sudah diagregat dan tahun ini juga diaspal, jadi tidak ada masalah,” katanya.

Penutupan ruas Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan ini menjadi salah satu konsekuensi dari pengembangan Bandara Haji Asan.

Bagi masyarakat, perubahan itu mungkin berarti perjalanan sedikit lebih jauh. Namun bagi pemerintah daerah, langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan infrastruktur penerbangan yang lebih besar.

Kini, warga hanya perlu membiasakan diri dengan rute baru sambil menunggu pengembangan bandara berjalan ke tahap berikutnya.