SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Penutupan Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak hanya berdampak pada arus lalu lintas, tetapi juga aktivitas petani nanas yang selama ini berjualan di kawasan tersebut. 

Pemerintah Kabupaten Kotim menyiapkan lokasi baru di Jalan Lingkar Utara menuju Kandan agar mereka tetap bisa berjualan sekaligus mengembangkan usaha.

"Khususnya untuk masyarakat yang selama ini petani buah nanas yang berjualan di sekitar bandara ini, nanti kita arahkan ke Jalan Lingkar Utara ini yang lurus jalan ke arah Kandan. Nanti kita buat tempat di situ," kata Bupati Kotim Halikinnor, Jumat, 23 Oktober 2026.

Ia meminta Pj Sekretaris Daerah mengupayakan alokasi anggaran pada 2027, antara lain melalui Dinas Koperasi dengan dukungan Dinas Pertanian. 

Program tersebut diharapkan tidak sekadar menyediakan lokasi berjualan, tetapi juga membantu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Selain itu, penataan kawasan sekitar landasan Bandara H Asan Sampit berkaitan dengan keberadaan pohon-pohon yang menjadi penghalang atau obstacle penerbangan. Pohon yang mengganggu keselamatan operasional bandara perlu ditebang.

Namun, ia menegaskan penebangan pohon tersebut tidak berarti menghilangkan sumber penghidupan masyarakat. Pemerintah justru ingin mendorong petani mengembangkan nanas di lokasi tersebut.

"Nanti kita bantu bibit nanas yang bagus. Kita ini sudah hak paten Nanas Gantang yang terkenal. Nanti kita bantu bibit dari Dinas Pertanian, termasuk pupuk pertama dan dibina juga oleh PPL supaya itu bisa menghasilkan bagi masyarakat itu," ujarnya.

Halikinnor berharap dukungan bibit unggul, pupuk awal, serta pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dapat membantu petani meningkatkan hasil produksi. (DEWI PATMALASARI/j)