BORNEONEWS, Sampit – Seekor anak beruang madu yang diduga terpisah dari induknya ditemukan warga di kebun Desa Lampasa, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan. Anak beruang yang kemudian diberi nama Meli itu diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah untuk mendapatkan penanganan.
Meli bukan sekadar nama. Nama tersebut merupakan singkatan dari Menyelamatkan yang Liar, sebuah pesan tentang kepedulian terhadap satwa liar yang membutuhkan perlindungan manusia.
Petugas BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai warga yang ingin menyerahkan anak beruang madu tersebut pada Kamis, 22 Oktober 2026.
Informasi itu disampaikan oleh Wenny, staf BKSDA Kalimantan Tengah. Setelah menerima laporan, petugas segera menghubungi Sugiarto untuk memastikan kondisi satwa sekaligus mengatur proses penyerahan.
"Dari keterangan pelapor, kondisi anak beruang madu tersebut sehat. Warga juga bersedia menyerahkannya kepada petugas BKSDA," kata Muriansyah, Jumat, 23 Oktober 2026.
Berdasarkan keterangan Sugiarto, anak beruang madu itu ditemukan di kebun yang lokasinya tidak jauh dari pondoknya. Saat itu, keberadaan induknya tidak diketahui.
Sugiarto kemudian menunggu untuk memastikan apakah induk beruang tersebut akan kembali. Namun, setelah ditunggu, induknya tidak kunjung muncul.
Kondisi itu membuat Sugiarto memutuskan membawa anak beruang tersebut pulang sebelum melaporkannya kepada pihak BKSDA Kalimantan Tengah.
Keputusan tersebut menjadi awal penyelamatan Meli. Anak beruang yang masih membutuhkan perhatian itu kemudian menunggu proses penyerahan agar dapat ditangani oleh petugas yang berwenang.
Pada Jumat, 23 Oktober 2026, petugas BKSDA Pos Sampit bersama rombongan Direktur Polisi Satwa (Dirpolsatwa) Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol Tory Kristianto, menuju Desa Lampasa untuk menjemput anak beruang madu tersebut.
"Dari hasil pemeriksaan awal, Meli dalam kondisi sehat dan aktif," ujar Muriansyah.
Anak beruang madu itu kemudian dibawa ke Kantor Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah II di Pangkalan Bun. Sekitar pukul 19.30 WIB, Meli tiba di kantor tersebut.
"Beruang langsung ditangani dokter bksda dan di tempatkan di kandang transit BKSDA," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









