PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Mulyadin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Kobar yang menggelar kegiatan Pasar Murah di halaman Kantor Bupati Kobar, belum lama ini. 

Mulyadin menilai, intervensi pangan murah ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tengah tantangan kemarau panjang, maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kabut asap yang sempat mengganggu aktivitas warga hingga memicu kenaikan harga sejumlah bahan pokok.

"Pasar Murah atau Gerakan Pangan Murah ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober, sekaligus menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan," ujar Mulyadin, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Kegiatan yang merupakan bagian dari gerakan serentak secara nasional ini, bertujuan untuk membantu warga memperoleh sembako dengan harga yang terjangkau, sekaligus menekan laju inflasi daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Kobar, Suyanto, yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pasar murah sebenarnya merupakan agenda rutin Pemkab Kobar yang rutin dilaksanakan setiap hari Rabu di pelbagai pasar wilayah Kobar. 

Pelaksanaan kali ini menjadi semakin berkesan, karena bertepatan dengan momentum Hari Pangan Sedunia.

“Selain dalam rangka Hari Pangan Sedunia, setiap Rabu kita juga mengadakan kegiatan serupa di pasar-pasar kita. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, khususnya sembako,” jelas Suyanto.

Melihat antusiasme warga yang begitu tinggi, Pemkab Kobar tidak hanya fokus pada komoditas pabrikan. Pemerintah daerah juga memfasilitasi lapak khusus bagi petani lokal untuk memasarkan hasil hortikultura dan komoditas unggulan daerah.

“Selain membuka penjualan sembilan komoditas pangan, kita juga memasarkan produk-produk lokal seperti telur dan sayur-sayuran hasil petani kita. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga masyarakat, tetapi juga memutar roda perekonomian dan mendukung pemasaran hasil pertanian lokal,” pungkasnya. (DANANG/H)