PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hujan lebat mengguyur kawasan Tanjung Harapan, Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin, 26 Oktober 2026 pagi.

Hujan yang berlangsung sekitar 20 menit itu diharapkan membantu meredakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di kawasan tersebut.

Relawan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), Deny Priyatna, mengatakan hujan turun cukup deras di Tanjung Harapan. Setelah hujan lebat, kawasan tersebut masih diguyur gerimis.

"Hujan sekitar 20 menitan di Tanjung Harapan dan masih gerimis sampai sekarang," jelasnya. Selain Tanjung Harapan, hujan juga turun di kawasan Jerumbun. Namun, intensitas hujan di lokasi tersebut tidak sederas yang terjadi di Tanjung Harapan.

"Tanjung Harapan hujan lebat dan di Jerumbun hujan juga, tapi tidak selebat di Tanjung Harapan," jelasnya.

Deny berharap hujan yang turun dapat membantu mengurangi titik api di kawasan hutan yang sebelumnya terdampak karhutla.

Meski demikian, kondisi kebakaran setelah hujan perlu dipantau untuk memastikan tidak ada api yang masih bertahan.

Menurutnya, api di kawasan hutan Natai kemungkinan sudah padam karena lapisan gambut di lokasi tersebut relatif tipis. Kondisi itu membuat potensi api bertahan di dalam lapisan tanah diperkirakan lebih kecil dibandingkan kawasan dengan gambut yang lebih tebal.

Namun, kondisi berbeda perlu diwaspadai di kawasan hutan gambut. Api dapat merambat ke dalam lapisan gambut dan bertahan meskipun kobaran di permukaan sudah tidak terlihat.

Karena itu Deny mengatakan diperlukan pengecekan lanjutan selama beberapa hari ke depan untuk memastikan kondisi di kawasan gambut benar-benar aman dari sisa kebakaran.

"Apinya kemungkinan padam untuk di area hutan Natai karena gambutnya tipis. Tapi di area gambut perlu pengecekan dalam beberapa hari ke depan, karena di hutan gambut apinya merayap ke dalam jadi belum bisa dipastikan," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)