BORNEONEWS, Palangka Raya – Bahasa Indonesia dinilai masih menjadi elemen penting yang mempersatukan masyarakat di tengah keberagaman agama, kepercayaan, dan latar belakang budaya. Karena itu, kesadaran untuk melestarikan bahasa Indonesia sekaligus bahasa daerah perlu terus dibangkitkan.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Semarak Bulan Bahasa dan Sastra di Kota Palangka Raya, Senin, 26 Oktober 2026.
“Bahasa Indonesia saya rasa masih menjadi satu-satunya elemen pemersatu kita dengan keberagaman agama, budaya, kepercayaan, dan sebagainya,” ujar Sukardi Gau.
Menurutnya, keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan menjadi semakin penting di tengah kekayaan bahasa daerah yang dimiliki Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat 729 bahasa daerah di Indonesia, sementara Kalimantan Tengah memiliki 30 bahasa daerah.
“Di Kalteng ada 30 bahasa daerah. Kita di Kalteng saja mungkin tidak akan bisa bersatu tanpa Bahasa Indonesia,” katanya.
Sukardi menegaskan, keberagaman bahasa daerah merupakan kekayaan yang perlu dijaga. Namun, masyarakat juga perlu memahami pentingnya bahasa Indonesia sebagai sarana komunikasi bersama yang memungkinkan masyarakat dari latar belakang berbeda saling terhubung.
Ia mengatakan, peringatan Bulan Bahasa dan Sastra menjadi salah satu momentum untuk membangkitkan kembali kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga bahasa Indonesia. Upaya pelestarian tersebut perlu berjalan beriringan dengan perlindungan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa.
“Hari ini kita mencoba membangkitkan kembali kesadaran bahwa Bahasa Indonesia itu sesuatu yang patut kita lestarikan, termasuk bahasa daerah kita,” tuturnya.
Semarak Bulan Bahasa dan Sastra di Kalimantan Tengah dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalteng, Jalan Tjilik Riwut Kilometer 4,5, Palangka Raya. Kegiatan tersebut menghadirkan beragam pertunjukan, mulai dari karungut, monolog terapung, komedi tunggal, mendongeng, hingga musikalisasi puisi.
Selain pertunjukan seni dan sastra, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian apresiasi kepada lembaga pendidikan, lembaga pemerintah dan swasta, serta penerima Apresiasi Krida Duta Bahasa.
Pelaksanaan Semarak Bulan Bahasa di Kalteng merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar 30 Balai Bahasa di seluruh Indonesia.
Puncak peringatan Bulan Bahasa dan Sastra dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda yang memuat ikrar menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.(TESTI PRISCILLA/R)









