BORNEONEWS, Puruk Cahu - Bencana banjir mengancam permukinan masyarakat di Kelurahan Puruk Cahu Seberang. Para warga sudah bersiaga menghadapi kemungkinan banjir menjelang. Pasalnya, Kamis (2/2/2017), ketinggian air DAS Barito terus meningkat. Bahkan sudah mulai menggenangi jalan dan jembatan di permukiman, yang memang rawan banjir itu.

Warga harus ekstra bersabar dan terus waspada. Pasalnya, tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah, membuat debit sungai Barito meluap. Kondisi itu otomatis membuat permukiman masyarakat, khususnya yang berada di daratan rendah terancam bencana banjir.

Berdasarkan pantauan PPost, Kamis, kondisi Sungai Barito yang melintasi wilayah Kabupaten Mura kini dalam kondisi tidak stabil. Debit air setiap hari terus meningkat, bahkan saat ini sudah jauh di atas ketinggian normal.

Hal ini diperkirakan terjadi karena luapan sungai akibat terus diguyur hujan lebat beberapa hari terakhir, membuat banyak desa dalam kondisi waspada banjir.

Supriadi, warga Kelurahan Puruk Cahu Seberang, mengatakan, ketinggian air DAS Barito terus meningkat. Bahkan sudah mulai menggenangi jalan dan jembatan di permukiman. Jika kondisi air seperti ini, bisa dipastikan banjir akan terjadi.

Beberapa hari terakhir, kenaikan debit air sangat signifikan dan begitu cepat. Hanya dalam waktu tiga hari, debit air sudah naik, sekitar tiga meter dari ketinggian normal. Karena itu, Supriadi memperkirakan, dalam waktu dua atau tiga hari ke depan, apabila kondisi hujan tidak berubah, luapan Sungai Barito menggenangi rumah- rumah warga. Seperti yang lain, ia sudah bersiap mmenghadapi banjir.

“Saya sudah mulai mengamankan beberapa perabotan di rumah, karena khawatir air meluap lebih cepat di luar perkiraan, karena curah hujan sangat tinggi saat ini. Meski sudah biasa dengan banjir, kami yang bermukim di sini tentu sangat kerepotan apabila banjir datang, karena sangat mengganggu aktivitas “ jelasnya.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Murung Raya, sebagian besar desa di wilayah Bupati Perdie M. Yoseph itu, berada di bantaran sungai, baik Sungai Barito, dan anak sungai Barito. Karena itu, bila kondisi debit air terus meningkat, diperkirakan sebagian besar penduduk Mura akan menjadi korban banjir.(TRISNO/PPOST/N).