BORNEONEWS, Sampit - Relokasi pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sekeliling Taman Kota Sampit, ke pasar eks Mentaya Theater masih menyisakan berbagai masalah. Sejumlah PKL mengaku pendapatan mereka menurun drastis setelah berjualan di lokasi baru itu.
"Saat masih berjualan di sekitar taman kota, 10 kilogram pentol bisa habis terjual dalam sehari. Sekarang, lima kilogram saja baru habis dalam dua hari," kata Eko, pedagang pentol, Jumat (10/2/2017).
Dia menambahkan, menurunnya pendapatan mereka salah satu penyebabnya adalah tingkat kenyamanan warga untuk mengunjungi pasar baru tersebut.
"Pembeli alasannya malas masuk karena jauh dari jalan. Ditambah lagi tempatnya sempit. Penataannya kurang baik," tambah Eko.
Dia berharap persoalan ini bisa segera direspon pemerintah, agar pendapatan mereka kembali normal seperti sebelumnya. "Semua PKL itu mau ditempatkan di mana saja. Asal tempatnya layak. Sekarang kami bingung mau mengadu ke mana lagi," tuturnya.
Terkait itu, Ketua Komisi II DPRD Kotim, Abdul Kadir menegaskan akan menindaklanjuti keluhan pedagang kaki lima tersebut.
"Kita akan bahas di tingkat komisi dulu bagaimana langkah ke depannya. Mungkin kami nanti akan ke sana (pasar eks Mentaya Theater) mendengarkan aspirasi pedagang, untuk mengetahui sumber permasalahannya," kata dia. (ANDRI RIZKY AGUSTIAN/B-11)








