BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Curah hujan mulai berkurang. Tanda-tanda memasuki musim kemarau pun mulai tampak. Anggota Daerah Operasi III Manggala Agni Pangkalan Bun, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPI-KHL) pun mulai bersiaga.

"Pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB anggota kami yang berada di Kabupaten Kotawaringin Timur bergerak menuju titik api atau hotspot yang berada di sekitar Desa Antang kalang," jelas Kepala Daops III Manggala Agni Pangkalan Bun, BPPI-KHL Binsar Oktavianus Togatorop , Sabtu (11/2/2017).

Hotspot tersebut, terpantau  melalui SiPongi, aplikasi pemantau hotspot yang dikeluarkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Menindaklanjuti data hasil pantauan tersebut, anggota kita langsung bergerak ke desa tersebut. Karena di wilayah tugas kita di lima kabupaten yaitu Kobar, Kotim, Lamandau, Sukamara dan Seruyan kita selalu mengelar patrioli setiap minggu," jelasnya.

Dengan target dua atau tiga desa yang dikunjungi setiap minggu memantau hotspot, petugas juga menyosialisasikan bahaya pembukaan ladang dengan cara membakar. (WAHYU KRIDA/B-10)