BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Sulitnya memperoleh pekerjaan yang layak dan bersifat tetap, masih banyak dirasakan warga pemukiman Handil Makmur, Desa Pematang Limau, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan.Terlebih bagi mereka yang tidak punya skill atau keahlian.

"Di pemukiman tempat tinggal kami (Handil Makmur), sekitar 90 penduduknya itu hanya bisa bekerja serabutan. Artinya, sering beralih sana sini pekerjaan," kata Burhan (73), warga Handil Makmur yang sudah puluhan tahun menetap di sana, kepada Borneonews, Kamis (23/2/2017).

Alasan kenapa sebagai warga di sana hanya bisa bekerja serabutan, sebab hingga saat ini banyak warga setempat mengaku sulit mendapatkan pekerjaan layak yang dinilai menjanjikan untuk perolehan pendapatan keluarga.

"Warga di sini ada yang bekerja mencari ikan, buruh pekerja kasar bangunan, pencari bahan kayu untuk bangunan gedung atau perkantoran, hingga ada banyak beralih sebagai pekerja buruh harian lepas di perkebunan sawit," kata Burhan, yang sempat menjabat Ketua RT 1 RW 3 di pemukiman Handil Makmur itu.

Jika dari dari sejumlah pekerjaan itu sudah selesai dikerjakan bagi buruh bangunan atau menangkap ikan di sungai tengah sepi, lanjut dia, maka warga akan beralih mencari pekerjaan lain sementara yang bisa mereka kerjakan agar tetap memperoleh penghasilan.

"Kalau jumlah kepala keluarga (KK) di pemukiman kami sekitar 60 KK. Ya, hampir seluruhnya hanya bisa bekerja serabutan. Sementara untuk peningkatan ekonomi warga kita masih sangat lemah dan berjalan lambat," ungkapnya. (PARNEN/B-5)