BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga pesisir pantai Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, seperti Desa Kubu, Sungai Umbang, Sungai Bakau, dan sekitarnya, memanfaatkan sumberdaya laut seperti lokan (kerang) untuk membantu menambah pendapatan keluarga.
Warga yang mencari lokan didominasi kaum perempuan. Sedangkan suami mereka menjalankan rutinitas sehari-hari sebagai nelayan.
Menurut Yuniati, pencari lokan di Desa Kubu, dirinya biasanya mulai menyusuri pantai sejak pukul 08.00 WIB. Aktivitas itu berlangsung hingga pukul 12.00.
Dalam lima jam, ia mampu membawa pulang beberapa karung lokan. Kerang tersebut sebagian di jual ke penampung dan sebagian lagi dijajakan keliling di seputaran pantai Kubu.
Penampung memang tidak menerima semua lokan tangkapan warga. Mereka hanya mau menerima lokan yang beratnya mencapai 500 gram.
Untuk 1 kilogram lokan, penampung menghargai Rp7.500. Sementara itu, kalau dijajakan keliling, satu kantong plastik lokan dijual Rp5.000.
"Sebenarnya lebih menguntungkan dijual berkeliling dari pada ke pengepul. Tetapi di waktu tertentu saja bisa laris, seperti hari Jumat, Sabtu, dan Minggu," kata ibu berputra dua ini.
Menurut dia, hasil dari berburu lokan cukup membantu untuk menambah penghasilan keluarga.
"Lumayan buat tambah-tambah dan membantu suami," timpal Umi, warga RT 9, Desa Kubu.
Dalam sehari, para pencari lokan biasanya mampu mendapat uang Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. Tergantung jumlah lokan yang berhasil mereka kumpulkan. (KOKO SULISTYO/B-3)








