BORNEONEWS, Kasongan - Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Katingan, M Efendi mencium aroma tidak sedap dalam rapat pembahasan APBD mendahului perubahan ketiga. Rapat tersebut digelar di ruang rapat dewan Jumat (15/9/2017).
Kepada borneonews.co.id, M Efendi mengatakan, ada kejanggalan pada rapat itu. Pasalnya, berdasarkan agenda yang telah tersusun, rapat pembahasan APBD perubahan murni tahun 2017 dilaksanakan mulai Senin (18/9/2017).
Akan tetapi, dua hari sebelum pembahasan APBD murni dewan malah dilakukan rapat pembahasan APBD mendahului perubahan ketiga. "Kok ada APBD mendahului perubahan sampai ketiga kali, makanya ini saya anggap tidak wajar, sebab yang dibahas itu juga terkait pengalihan dana multiyears pembangunan jalan Hampangen-Mendawai," kata M Efendi, Sabtu (16/9/2017).
Sebelumnya, dana yang dipangkas dari proyek jalan multiyears Hampangen-Mendawai itu sebesar Rp110 miliar. "Dan ada sekitar Rp80 miliar dana hasil pengalihan proyek multiyears jalan Hampangen-Mendawai yang dibahas itu, namun proses pembahasan terkesan tergesa," katanya.
Seharusnya, kata M Efendi dana hasil pengalihan itu disimpan di silva untuk kemudian digunakan pada APBD murni 2018 mendatang. (ABDUL GOFUR/B-2)
Ada Kejanggalan dalam Rapat Pembahasan APBD Katingan Mendahului Perubahan Ketiga
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Realisasi APBD Katingan 2025 Tembus 94 Persen, Pendapatan Didominasi Dana Transfer
DPRD Katingan Minta PLN Pindahkan Tiang Listrik di Badan Jalan untuk Keselamatan Warga
Momentum HUT RI, Anggota DPRD Katingan Realita Ajak Warga Bersatu Bangun Daerah
Pendudukan dan Penjarahan di Kebun Sawit PT MAP, Pemkab Kotim dan Aparat Diminta Bertindak
Pemkab-DPRD Katingan Bahas Efisiensi Belanja Daerah Sesuai Inpres
Igor Tudor Perpanjang Kontrak, Juventus Fokus ke Piala Draunia Antarklub
Komentar (0)
Memuat komentar…







