PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebutuhan akan ikan terus bertambah. Namun nasib pembudidaya ikan keramba tampaknya belum bisa dikatakan sejahtera. Masih banyak pembudidaya ikan keramba di Kota Palangka Raya yang tidak bisa mengandalkan ikan budidaya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Salah satunya Ahmadi. Pembudidaya ikan keramba di Bantaran Sungai Kahayan ini meminta perhatian pemerintah akan nasib para pembudidaya ikan keramba.

"Modalnya besar untuk membuat keramba yang baru. Ditambah lagi kalau menambah keramba, otomatis bibit ikannya juga bertambah. Kita belum ada kemampuan melakukan itu jadi mengerjakan yang ada saja dulu," kata Ahmadi, Jumat (6/4/2018).

Saat ini Ahmadi memiliki lima keramba yang menampung ikan budidaya jenis patin, ikan mas dan nila. Semua keramba ini berada di Sungai Kahayan sehingga tidak perlu ada upaya penggantian air seperti keramba pada umumnya. Yang diperlukan hanya pakan dan vitamin untuk pemeliharaan ikan.

"Modalnya tidak sebesar kalau membuat keramba di darat sebenarnya. Tapi kita kan juga gunakan keuntungan dari keramba ini untuk bertahan hidup. Ini juga tidak bisa kita jadikan pendapatan utama karena panennya juga 6 bulan sekali," kata dia.

--page

"Selain membudidaya ikan saya juga kerja yang lain, serabutan saja seperti jadi tukang bangunan, asal ada untuk sehari-hari. Meskipun sebenarnya membudidaya ikan ini sangat menguntungkan karena saat panen hasilnya bisa dua sampai 4 kali lipat dari modal. Tapi kembali lagi kita tidak bisa menikmati hasilnya setiap bulan seperti pegawai makanya kita juga kerjakan yang lain untuk sehari-hari," imbuh Ahmadi.

Pihaknya meminta ada perhatian dari pemerintah untuk pembudidaya ikan keramba seperti dirinya. Bukan melulu soal bantuan modal, Ahmadi meminta dukungan penuh dari pemerintah mulai dari pelatihan pembudidayaan ikan hingga akses penjualan yang memadai bagi para pembudidaya ikan keramba.

"Selama ini ya kita jalan sendiri saja. Kegiatan kita ini kan untuk memenuhi kebutuhan pasar juga, harapannya ya ada perhatian dari pemerintah, minimal pelatihan. Syukur-syukur kalau bisa diakomodasi untuk penjualan. Siapa tahu dengan jalan penjualan yang diberikan oleh pemerintah harga jual ikan kami bisa lebih meningkat," tutup Ahmadi. (TESTI PRISCILLA/B-11)