PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, kaya akan kuliner. Tidak hanya makanan khas Kalimantan saja, makanan khas Pasundan juga bisa ditemui di Pangkalan Bun, misalnya cimol, cireng, dan batagor.

Pedagang cimol, cireng dan batagor ini biasanya berdagang menggunakan gerobak. Salah satunya, mangkal di Jalan Prakusuma Yuda, tepatnya samping Masjid Mujahidin. 

Pedagang Cimol, Ait, mengatakan, cimol, cireng dan batagor terbuat dari tepung tapioka. Cimol singkatan dari aci digemol, cireng singkatan dari aci digoreng dan batagor singkatan dari baso tahu goreng.

"Harga cimol per porsi Rp.5.000, cireng Rp.1.000 perbiji dan batagor perporsi Rp.10.000," ujar Ait yang biasa mangkal di Jalan Prakusuma Yudha, Jumat (6/4/2018).

Dari hasil jualannya itu, pria yang merantau ke Kalimantan ini mampu mengumpulkan uang Rp3 juta per bulan. "Saya ke pangkalan bun ini merantau dari pulau Jawa ingin menemukan kehidupan yang lebih baik dengan berjualan cimol, cireng dan batagor," pungkasnya. (SITI NORSITAH)