PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah mengaplikasikan 4K untuk mengendalikan inflasi.

Wakil Ketua TPID Kalteng Setian, Selasa (17/4/2018), menuturkan bahwa 4K yang di maksud ialah ketersedian pasokan,  keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi.

Yang dimaksud dengan ketersediaan pasokan ialah penguatan Bulog dan SOPD terkait, memperkuat kandang penyangga (daging ayam ras) dan menyesuaikan panen komoditas pangan dengan puncak kebutuhan.

Untuk keterjangkauan harga, meliputi sidak pasar dan penguatan peran KPPU, pelaksanaan pasar penyeimbang untuk menyediakan komoditas strategis dengan harga wajar dan terjangkau, serta melakukan pemantauan komoditas strategis.

"Sidak pasar biasanya sangat efektif saat menjelang hari besar keagamaan. Karenanya akan kami peringatkan pelaku pasar agar tidak mempermainkan harga," ujar Septian.

--page

Sedangkan yang dimaksud dengan kelancaran distribusi, meliputi bekerja sama dengan asosiasi, distributor, dan pedagang besar komoditas pangan, serta melakukan sidak pasar.

Terakhir, komunikasi ialah penguatan komunikasi dan koordinasi TPID dengan seluruh stakeholder terkait serta mengomunikasikan keberadaan pemerintah daerah dan program pengendalian inflasi kepada masyarakat.

"Melalui program ini kami mengundang media dan meminta disebarkan agar masyarakat mengetahui harga barang atau makanan yang mengalami naik-turun serta penyebab naik-turunnya harga," lanjutnya.

Septian berharap, seluruh TPID kabupaten/kota bersama-sama mengaplikasikan 4K tersebut guna menekan angka inflasi mengingat tidak lama lagi akan memasuki bulan Ramadan. (GAZALI/B-3)