PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Kalteng melakukan kaji banding ke Lakpesdam Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) di Sampit, lusa lalu.

Ini dilakukan karena sekarang dinilai masih banyak masyarakat yang terpinggirkan dalam pelayanan kebutuhan dasar, masalah sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, juga kesehatan. Ini memerlukan kepedulian, dengan cara pendampingan yang memadai agar kualitas hidup masyarakat meningkat.

Salah satu lembaga atau lajnah di bawah Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Tengah (Kalteng), yakni Lakpesdam menilai pendampingan sosial ini sangat perlu, karena itu lajnah ini melirik upaya dalam rangka mengurangi keterpinggiran tersebut. 

"Ada banyak isu sosial yang menarik untuk diangkat, dan perlu dilakukan pendampingan, baik untuk ekonomi kreatif, pendidikan, pembangunan desa, persampahan, dan lainnya. Ini dalam rangka penguatan SDM," kata Ketua Lakpesdam Kalteng Roziqin, Sabtu (12/5/2018).

Misalnya bagaimana mengajak perempuan menginisiasi mengelola sampah menjadi hal yang menguntungkan, bagaimana mengatur anggaran desa supaya tepat sasaran, bagaimana meningkatkan sadar baca dengan perpustakaan komunal dan melahirkan kelompok baca, dan seterusnya.

--page

"Nah, kenapa ke Sampit? Karena Lakpesdam Kotim sudah bagus melakukan itu," katanya.

Ketua Lakpesdam Kotim Hadi Utomo menyambut baik rombongan Lakpesdam Provinsi Kalteng yang datang ke Sampit dengan membawa beberapa organisasi di bawah payung NU, antara lain GP Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat, dan PMII.

"Yang pasti adalah ajang silaturahmi Lakpesdam Kalteng ke Kabupaten, karena sebelumnya tidak ada wadah pertemuan silaturahim secara khusus, bersukur beberapa hari lalu Lakpesdam Kalteng sudah memulainya dan kedepannya bisa saling silaturahi ketempat lain. Ini sangat bagus sebagai wadah berdiskusi dan berdialog membangun sinergi," kata Hadi.

Hadi juga menyampaikan, sebagai kader organisasi harus pandai membaca situasi yang ada di lingkungan sekitar. Banyak hal bermanfaat yang bisa Lakpesdam lakukan ketika terjun langsung ke lapangan, seperti melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu tentang membuat kue sehingga bisa dijual.

"Kami percaya perduli sesama berarti peduli kepada diri sendiri," tandas dia. (GAZALI/B-5)