BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Menurut perhitungan para ahli, sekitar dua tahun lagi Bangsa Indonesia akan memasuki sebuah era keemasan yang disebut Bonus Demografi. Pada masa tersebut, usia produktif lebih tinggi dibanding usia non-produktif.
“Pada saat itu nanti angka ketergantungan penduduk diperkirakan mencapai titik terendah, yaitu 46,9 persen," kata Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah ketika membacakan sambutan tertulis Menteri Komunikasi dan Informatikan pada acara peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Senin (21/5/2018)
Berdasarkan perkiraan Badan pusat Statistik, Bonus Demografi akan mencapai puncaknya pada tahun 2028 sampai 2031.
Oleh karena itu, generasi bonus demografi harus bisa menyesuaikan, karena era tersebut bersamaan dengan era generasi millenial yang ditunjukkan oleh masifnya perkembangan teknologi, terutama teknologi digital.
Berkaitan dengan hal tersebut, pada beberapa kesempatan Presiden RI Joko Widodo selalu mendorong agar dunia Pendidikan bekerja sama dengan industri dan bisnis untuk mencari terobosan baru dalam pendidikan vokasi yang mampu mencetak tenaga terampil yang siap kerja.
--page
Untuk itu, melalui peringatan Harkitnas dengan Tema Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia Dalam Era Digital diharapkan masyarakat Indonesia mampu mengembangkan dirinya dan mampu merebut peluang untuk meningkatkan kapasitas dirinya.
Pada acara yang dihadiri oleh semua pegawai di lingkungan Pemkab Kobar tersebut, Bupati juga menjelaskan, digitalisasi di berbagai bidang juga akan menjadi peluang dan ancaman. "Akan menjadi ancaman jika kita hanya pasif menjadi pengguna, akan penjadi peluang jika kita mampu menjadi pemain yang menentukan peluang ekonomi berbasis digital di tingkat dunia," tandas Nurhidayah. (MASROHAN/B-2)








