Masyarakat Diminta Selektif Berbelanja Kebutuhan Pokok
Masyarakat yang cermat saat berbelanja akan terhindar dari kecurangan pedagng. Apalagi, kalangan ibu rumah tangga biasanya sudah sangat mengetahui ciri-ciri beras yang baik ataupun tidak.
Tag
Masyarakat yang cermat saat berbelanja akan terhindar dari kecurangan pedagng. Apalagi, kalangan ibu rumah tangga biasanya sudah sangat mengetahui ciri-ciri beras yang baik ataupun tidak.
Disperindag siap segera melakukan pengecekan dan pengumpulan data, jika ada laporan mengenai indikasi pelanggaran tersebut.
Beredarnya beras oplosan di pasaran ini jadi cambuk bagi pemerintah, salah satunya ke depan untuk aktif turun sidak ke pasar memeriksa kondisi bahan pokok yang dijual.
Razia itu guna memutus mata rantai peredaran beras oplosan. Agar tidak sampai dikonsumsi masyarakat. Apalagi pengakuan pelaku, aksi pengoplosan sudah lama dilakukannya.
Rimbun sangat mengapresiasi langkah kepolisian yang membongkar kasus ini.
Tersangka mengaku hanya bertugas sebagai kepala gudang dan melakukan pengoplosan beras
Aparat kepolisian tengah memeriksa sejumlah saksi dalam kasus beras oplosan yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejauh ini sudah ada delapan orang yang dipanggil untuk dimintai keterangannya.
Polres Kotawaringin Timur (Kotim) amankan ribuan kilogram beras untuk dijadikan barang bukti dalam kasus pelanggaran perundang-undangan perlindungan konsumen dan pangan yang terjadi di Sampit.
Pengungkapan kasus beras oplosan di Kota Sampit mengejutkan banyak pihak. Bahkan Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) mendukung aparat mengusut tuntas kasus tersebut.
Dalam langkah penyelidikannya, Satreskrim Polres Kotawaringin Timur (Kotim) akan memeriksa pemilik CV Maju Jaya Bersama yang merupakan pemilik gudang tersebut. Namun belum diketahui secara pasti kapan yang bersangkutan akan dimintai keterangan.
Beras kualitas rendah memiliki tekstur yang kurang baik. Butiran berasnya rusak dan aroma nya tidak ada. Terkadang ada kutunya
Kasus ini diungkap oleh anggota Satreskrim Polres Kotim yang dipimpin AKP Wiwin Junianto Supriyadi
Tindakan ini merugikan konsumen beras tersebut. Selain dijual dengan harga tinggi, zat kimia yang terkandung di dalamnya pun cukup berbahaya untuk kesehatan.