Drainase Dalam Kota Kuala Kapuas Dibersihkan
Terjadinya kenaikan air pasang atau banjir Rob, membuat sebagian ruas jalan dalam Kota Kuala Kapuas tergenang air dalam beberapa hari ini.
Tag
Terjadinya kenaikan air pasang atau banjir Rob, membuat sebagian ruas jalan dalam Kota Kuala Kapuas tergenang air dalam beberapa hari ini.
Sekretaris Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya, Norhaini meminta agar pemerintah memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik untuk mencegah terjadinya banjir.
Drainase dengan panjang lebih dari satu kilometer tersebut diketahui bermuara ke Sungai Arut, namun karena mampet di ujung gang (Jalan Pangeran Antasari) sehingga dampaknya dirasakan warga di dalam gang tersebut
Sejumlah drainase yang ada di Kota Sampit dinilai tidak mampu menampung debit air hujan yang begitu deras.?
Untuk pelaksanaannya, pemkot tentunya dapat melakukan hal tersebut melalui Dinas Lingkungan Hidup maupun Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman
Anggota DPRD Kotawaringin Timur, Riskon Fabiansyah menyebutkan, banjir yang terus berulang ini menunjukkan tata kelola drainase di kota ini belum optimal.?
BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), meminta kepada seluruh ketua RT, kepala desa, lurah dan camat di daerah ini, agar menggalakkan gotong royong pembersihan drainase. Karena saat…
Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo menilai persoalan?drainase di kawasan permukiman warga masih belum sepenuhnya terselesaikan.
Bupati Seruyan Yulhaidir, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Seruyan, untuk memprogramkan pembenahan saluran drainase di kawasan perkotaan Kuala Pembuang.?
Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Nadie menyebutkan penyebab terjadinya banjir di Kota Sampit yakni karena masih banyaknya drainase yang tidak berfungsi.
Tingginya curah hujan di Kota Palangka Raya belakangan ini menimbulkan adanya banjir pada sejumlah ruas jalan hingga kawasan permukiman.
Dinas Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), terus berupaya menormalisasi saluran air dengan program Nol Sumbatan. Di sisi lain, dia mengakui masih banyak ditemui drainase yang tersumbat.
Masyarakat di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur diharapkan dapat melaksanakan gotong-royong untuk membersihkan drainase atau selokan yang tersumbat.
Tingginya curah hujan dan adanya penyumbatan drainase pada box culvert di perempatan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membuat permukiman warga di Jalan Matnoor RT 19 dan 20 tergenang air.
Anggota Komisi B DPRD Palangka Raya, Ruselita menyampaikan bahwa warga di Kelurahan Bukit Tunggal mendambakan perbaikan jalan hingga perluasan drainase.
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, H Maruadi mengimbau pihak depelover agar memperhatikan fasilitas umum seperti drainase sebelum membangun sebuah komplek perumahan.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kedekatan dan kebersamaan TNI dengan rakyat akan terus dikembangkan agar tugas pokok sebagai Babinsa terlaksana dengan baik
Kepala Dinas PUPR Palangka Raya, Albert Tombak menegaskan, bangunan yang sengaja menutup drainase akan dibongkar.
Jika drainase tidak diperdalam atau dikeruk maka ketika terjadinya curah hujan tinggi maka akan mengakibatkan banjir
Tersumbatnya drainase itu disebabkan drainase kurang baik dan sebagiannya ditutup oleh warga, sehingga salurannya tersumbat, sehinggga mengakibatkan air menggenangi sebagian pekarangan dan lantai rumah penduduk