Impor Kalteng Naik 10,98 Persen Didominasi Mesin dan Aspal
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa impor Kalimantan Tengah didominasi oleh barang modal dan penunjang industri.
Tag
Statistisi Ahli Madya BPS Kalteng, Taufiqurrahman, mengungkapkan bahwa impor Kalimantan Tengah didominasi oleh barang modal dan penunjang industri.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat penurunan signifikan pada nilai impor daerah tersebut selama periode Januari hingga Mei 2025. Kepala BPS…
Komoditas utama dari Malaysia berupa mesin lainnya yakni kelompok mesin/pesawat mekanik, sementara dari Singapura didominasi oleh aspal dari kelompok bahan bakar mineral
Aktivitas bongkar muat komoditas impor Kalimantan Tengah dari negara mitra dagang tercatat melalui beberapa pelabuhan utama di provinsi tersebut selama Januari 2025. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan bahwa pelabuhan-pelabuhan tersebut termasuk Pelabuhan Sampit, Pulang Pisau, dan Kumai. Nilai bongkar muat di Pelabuhan Sampit tercatat sebesar US$6,49 juta, Pulang Pisau US$2,17 juta, dan Kumai US$0,80 juta.
Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan impor utama wilayah ini pada Januari 2025 berasal dari lima negara, dengan Singapura menjadi negara pemasok terbesar. Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa impor dari Singapura mencapai nilai tertinggi sebesar US$2,12 juta, diikuti oleh Federasi Rusia US$0,75 juta, Laos US$0,67 juta, Malaysia US$0,60 juta, dan Brazil sebesar US$0,04 juta.
Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya peningkatan nilai impor di wilayah ini pada Januari 2025. Menurut Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, komoditas utama impor berupa aspal dari kelompok bahan bakar mineral mencatatkan nilai tertinggi, mencapai US$2,12 juta.
Selama Januari 2025, nilai impor Kalimantan Tengah mencapai US$4,18 juta, meningkat sebesar 34,84 persen dibandingkan Desember 2024 yang tercatat sebesar US$3,10 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, melaporkan perkembangan terbaru mengenai aktivitas bongkar muat komoditas impor di wilayah tersebut selama Agustus 2024.
Nilai impor Kalimantan Tengah pada Agustus 2024 mengalami penurunan signifikan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, nilai impor tercatat sebesar US$2,59 juta, turun 31,12 persen dibandingkan dengan Juli 2024 yang mencapai US$3,76 juta.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa impor utama Kalteng berasal dari Russia, Laos dan Malaysia.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa kegiatan impor di Kalteng paling banyak berupa pupuk selama Mei 2024.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Agnes Widiastuti mengatakan bahwa nilai ekspor dan impor Kalteng selama bulan Mei 2024 mengalami penurunan.
Komoditas utama impor Kalimantan Tengah pada April 2024 berupa aspal bitumen dari kelompok bahan bakar mineral.
Komoditas utama impor Kalimantan Tengah pada Maret 2024 berupa mesin sortir yakni kelompok mesin atau pesawat mekanik.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan bahwa bongkar muat komoditas impor Kalteng dari negara mitra dagang selama Maret 2024 dilakukan melalui berbagai pelabuhan, baik yang terdapat di dalam?maupun luar provinsi ini.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalteng, Eko Marsoro mengatakan bahwa selama Februari 2024, nilai impor Kalimantan Tengah mencapai US$6,20 juta atau turun 49,55 persen dibanding Januari 2024 yang tercatat US$12,29 juta.
Ekspor Kalimantan Tengah pada Februari 2024 senilai US$416,68 juta, naik 6,16 persen dibanding Januari 2024.
Impor utama Kalimantan Tengah pada Januari 2024 berasal dari Malaysia yakni sebesar US$10,30 juta, Singapura sebesar US$1,68 juta, dan Saudi Arabia sebesar US$0,13 juta.
Komoditas utama impor Kalimantan Tengah pada Januari 2024 berupa mesin ketel uap yakni kelompok mesin atau pesawat mekanik.
Impor Kalimantan Tengah pada November 2023 terutama berasal dari Malaysia sebesar US$6,30 juta, Singapura sebesar US$2,17 juta, dan Jerman sebesar US$0,11 juta.