PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menurunkan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

Berdasarkan Laporan Harian SIRINE Karhutla Kalteng per 19 September 2026, laporan BMKG pukul 15.00 WIB mencatat jarak pandang hanya 0,1 kilometer di Buntok dan Muara Teweh.

Di Sampit jaraknya 0,6 kilometer, di Palangka Raya 1 kilometer, dan di Pangkalan Bun 4 kilometer. Kelima stasiun mencatat cuaca "berasap".

Dampaknya mulai terasa di sektor kesehatan. Laporan Posko Krisis Karhutla Provinsi Kalteng mencatat 5.512 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada Minggu II September 2026.

Sejak awal tahun, akumulasi kasus ISPA mencapai 91.342. Pemerintah menyiapkan 169 lokasi rumah oksigen untuk warga.

Kondisi ini diperparah cuaca yang kering. Peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC) BMKG untuk 19 September didominasi warna merah, yang berarti bahan bakar ringan seperti dedaunan kering dan alang-alang berada dalam kondisi sangat mudah terbakar.

BMKG mengimbau masyarakat tidak membakar lahan untuk tujuan apa pun, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan memakai masker. Imbauan ini terutama untuk penderita gangguan pernapasan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. (HERMAWAN DP/H)