BPBD Sebut Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Koffeno Nahan mengatakan bahwa kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang.
Tag
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Koffeno Nahan mengatakan bahwa kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang.
Sungai Pengeringan di Jalan Wengga Metropolitan, Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak dapat berfungsi untuk mengalirkan air. Hal itu terjadi akibat terutup semak dan juga tumbuhan lainnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Katingan bersiap mengantisipasi datangnya musim kemarau.
Untuk menghindarinya, masyarakat diimbau agar selalu menjaga kebersihan lingkungan maupun makanan yang dikonsumsi.
Rinciannya, di bulan Mei yang ada 130 kasus pasien diare yang dirawat inap. Kemudian, Juni sebanyak 128 pasien rawat inap, dan ada 105 pasien di bulan Juli.
Warga pontang-panting mencari sumber air bersih dari berbagai tempat. Karena, sungai tempat pemandian umum airnya mengering serta keruh dan berbau busuk. Diperparah lagi dengan jamban (MCK) mau roboh.
Kondisi ini dikeluhkan sejumlah petani keramba ikan. Sebab, kualitas air sungai saat surut cenderung makin keruh. Hal itu rawan menyebabkan kematian ikan.
Air sungai yang ada di desa tersebut juga terasa asin. Sehinga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mencuci dan air minum.
Penjabat (Pj) Bupati Sukamara, Nurul Edy mengatakan bahwa pemerintah mempriroritaskan penyediaan air bersih untuk Kecamatan Pantai Lunci dan Kecamatan Jelai.
"Sungai yang biasanya digunakan untuk mandi dan mencuci oleh masyarakat tidak bisa dimanfaatkan karena airnya asin," kata Muhammad Aini, Jumat (7/9/2018).
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit, memprediksi musim kemarau masih akan terjadi hingga akhir September 2018.
BPBD Kota Palangka Raya sudah meminta bantuan rekayasa alam kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Sempat diguyur hujan beberapa hari lalu, kini cuaca di Kota Palangka Raya kembali panas. Kondisi ini bisa menyebabkan kebakaran pada lahan gambut akibat kekeringan.
Saat ini, warga daerah selatan kesulitan mendapat air bersih. Sementara stok air hujan yang ditampung mulai menipis/
Bila kesulitan air bersih di Kecamatann Teluk Samppit terus berkelanjutan, kemungkinan bertambahnya warga yang terserang penyakit diare bisa terjadi.
"Sebagian warga hanya memanfaatkan sisa air hujan yang disimpan di profil tank untuk memasak dan minum/ Untuk mandi memanfaatkan air sungai jika tidak asin," kata Camat Teluk Sampit, Samsurijal.
Warga bersorak lantaran beberapa hari terakhir cuaca panas, bahkan sudah mengakibatkan kekeringan di mana-mana. Beberapa hari belakangan juga sudah muncul kabut-kabut asap.
Jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya diminta untuk memaksimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan
Imbauan ini disampaikan saat kapolsek melakukan sosialisasi stop Karhutla di Desa Talian Kateng
Kekeringao yang terjadi di sungai Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) nampaknya masih bisa dimanfaatkan oleh warga untuk mencari ikan.