BORNEONEWS, Palangka Raya - Media sosial (Medsos) sudah sangat familiar di tengah masyarakat. Ruang lingkupnya cukup luas. Pengguna bisa mengunggah apa saja. Mulai dari membuat status, mengupload foto sehari-hari, selfie, hingga informasi lainnya yang bermanfaat.
Namun di tengah-tengah itu, ada banyak informasi hoax alias bohong yang bertebaran. Sayangnya, banyak pula pengguna yang dengan begitu mudah membagikan tanpa memperhatikan benar tidaknya informasi tersebut.
Lantas, bagaimana cara menangkal berita hoax di medsos?
Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Rikwanto beberapa hari lalu mengatakan, menangkal hoax bisa menggunakan strategi 4C. Di antaranya, cermati, cek, cari dan cepat.
Penjelasan dari kata cermati yakni cermati kesinambungan judul dan isi berita. Cermati apakah pengguna bahasanya etis dan cermati apakah waktu kejadian ditampilkan pasti atau tidak.
Kemudian, cek sumber apakah media terverifikasi atau media abal-abal, cek tanggal berita apakah aktual (terjadi saat itu) dan cek keaslian foto.
--page
Selanjutnya, cari perbandingan berita dan cari informasi yang dikeluarkan media atau lembaga atau forum anti hoax yang diakui pemerintah.
Terakhir, cepat klasifikasi berita tidak benar dengan berita yang benar, stempel hoax berita tidak benar dan secepatnya disebarkan agar masyarakat paham.
Wakapolda menambahkan, hoax merupakan bentuk propaganda yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan. Untuk itu, ia mengimbau bijak menggunakan medsos. (BUDI YULIANTO/B-5)








