SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Supian Hadi ingin agar Palang Merah Indonesia (PMI) daerah ini bisa hidup mandiri dan dikelola tanpa ada bantuan dari pemerintah daerah lagi. 

"Pengelolaan secara mandiri memang sangat diharapkan. Mudah-mudahan dalam beberapa tahun ke depan nantinya, PMI tidak lagi dibiayai oleh pemerintah daerah," ujar Supian, yang juga Ketua PMI Kotim, saat memperingati HUT PMI, Senin (29/10/2018). 

Walaupun begitu Bupati mengakui saat ini memang cukup sulit hal itu diterapkan. Namun potensi menjadikan mandiri sangat besar, apalagi saat ini peran pelayanan PMI terhadap masyarakat dalam bidang sosial sangatlah besar. Sehingga dalam beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin ini akan terwujud. 

"Kemungkinan besar 2019 bangunan PMI akan kita tambah lagi dan lebih megah, bahkan kemungkinan merupakan yang terbaik di Kalteng," kata Supian. 

Bahkan saat ini pemerintah sedang mengurus penyerahan pengelolaan Gedung Wanita kepada pihak PMI Kotim. Sehingga nanti akan menjadi sumber pemasukan bagi PMI. 

--page

"Fungsi Gedung Wanita masih sama, namun pengelolaannya saja yang dilakukan oleh PMI Kotim. Agar mendapatkan pemasukan nantinya," ungkap Supian. 

Di sisi lain, Supian menyatakan terima kasih kepada masyarakat yang secara sukarela mendonorkan darahnya di PMI Kotim. Bahkan saat ini mengalami peningkatan signifikan. Sehingga kebutuhan darah di RSUD Dr Murjani Sampit bisa terpenuhi oleh PMI. 

Tidak hanya itu, saat ini PMI juga memiliki alat transfusi darah yang sangat baik. Bahkan merupakan satu-satunya di Kalteng. Sehingga memiliki keakuratan yang sangat tinggi terhadap darah yang bisa dipakai ataupun tidak karena penyakit berbahaya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)