SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengajak dunia usaha dan sektor swasta untuk memperkuat kolaborasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam mendukung sektor kesehatan dan penanganan stunting.

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami mengajak dunia usaha untuk memperkuat kolaborasi melalui CSR, seperti membantu penyediaan alat kesehatan, mobil puskesmas keliling, bantuan gizi untuk balita stunting, serta edukasi kesehatan," ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Ia menegaskan, keterlibatan sektor swasta tidak hanya membantu pemerintah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan usaha perusahaan itu sendiri.

"Kesehatan karyawan dan masyarakat sekitar adalah investasi bagi keberlanjutan usaha," tambahnya.

Halikinnor juga menyoroti kendala yang dihadapi dalam menggaji kader kesehatan di lapangan. Terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diberlakukan secara nasional.

"Tadi disampaikan, kita masih kesulitan dalam menggaji kader. Ini menjadi perhatian kita bersama," ujarnya.

Meski demikian, ia menyebut adanya peluang dukungan dari perusahaan yang berinvestasi di wilayah tersebut. Salah satunya adalah kontribusi dari perusahaan di Kecamatan Seranau yang memberikan bantuan untuk desa.

"Di Seranau ada investasi masuk, salah satunya PT RMU yang memberikan bantuan sekitar Rp100 juta per desa setiap tahun. Ini bisa dimanfaatkan, termasuk untuk mendukung kader," imbuhnya.

Ia juga mendorong desa-desa lain, khususnya di wilayah utara Kotim yang banyak terdapat perusahaan, untuk memanfaatkan program CSR dalam mendukung pembiayaan kader kesehatan.

"Di wilayah utara banyak perusahaan, program CSR bisa dimanfaatkan untuk membantu menggaji kader," ungkapnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat hingga daerah, termasuk institusi seperti TNI dan Polri, Pemkab Kotim tetap berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

"Walaupun saat ini kita menghadapi efisiensi besar-besaran, kita tetap berupaya agar pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)