BORNEONEWS, Palangka Raya – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar konferensi pers untuk merilis perkembangan penanganan kasus tindak pidana pencurian di seluruh wilayah hukum jajarannya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian memaparkan data lengkap penanganan kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang terjadi sepanjang awal tahun ini.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menyampaikan bahwa sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, pihak kepolisian telah mencatat sebanyak 283 kasus pencurian dari berbagai jenis.
Dari jumlah keseluruhan kasus yang masuk dan ditangani, sebanyak 118 kasus berhasil diungkap dan diproses lebih lanjut ke tahap penyidikan, sementara sisanya masih dalam proses penelusuran dan pengembangan.
Berdasarkan rincian data yang disampaikan, kasus Pencurian dengan Pemberatan (Curat) menjadi jenis tindak pidana pencurian dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni tercatat sebanyak 178 kasus.
"Angka ini menempati porsi terbesar dari keseluruhan kasus yang ditangani kepolisian di wilayah Kalimantan Tengah dalam kurun waktu lima bulan pertama tahun ini," katanya, Sabtu, 20 Mei 2026.
Selain kasus Curat, kepolisian juga mencatat adanya laporan terkait Pencurian dengan Kekerasan (Curas) yang tercatat sebanyak 12 kasus.
Jenis kejahatan ini tergolong berisiko tinggi karena pelaku menggunakan kekuatan fisik atau ancaman kekerasan yang dapat membahayakan keselamatan jiwa korban saat melakukan aksinya di lokasi kejadian.
Sementara itu, untuk kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), tercatat ada sebanyak 93 kasus yang dilaporkan dan ditangani oleh jajaran Polda Kalteng.
Kejahatan ini masih menjadi salah satu perhatian utama kepolisian mengingat tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan bermotor sebagai sarana transportasi utama sehari-hari.
Dalam penanganan dan pengungkapan ke-118 kasus tersebut, pihak kepolisian telah berhasil mengamankan sebanyak 227 orang tersangka yang terlibat dalam berbagai peran dalam setiap kejadian.
"Kami akan terus meningkatkan patroli dan pengamanan guna menekan angka kejahatan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/H)









