PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya mengukir prestasi gemilang dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk kesepuluh kalinya secara berturut-turut, Pemko sukses mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

Pencapaian satu dekade ini menjadi bukti nyata komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas anggaran.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, mengungkapkan rasa bangga sekaligus apresiasi yang mendalam atas torehan prestasi tersebut.

Menurutnya, mempertahankan predikat WTP selama sepuluh tahun berturut-turut bukanlah perkara mudah. Hal ini membutuhkan konsistensi, integritas, dan sinergi yang kuat dari seluruh elemen yang ada di lingkungan pemerintah kota.

"Raihan Opini WTP yang ke-10 secara beruntun ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan komitmen bersama. Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ASN yang telah bekerja dengan optimal dan sesuai regulasi," katanya, Senin, 1 Juni 2026.

Meski telah mencetak prestasi yang luar biasa, Fairid mengingatkan agar seluruh jajaran pemerintah daerah tidak cepat berpuas diri.

Ia menekankan bahwa mempertahankan predikat WTP di masa-masa mendatang akan jauh lebih menantang seiring dengan dinamisnya regulasi dan tuntutan publik terhadap transparansi anggaran.

Oleh karena itu, konsistensi dalam penerapan sistem akuntansi yang baik harus tetap menjadi prioritas utama.

Fairid menegaskan bahwa esensi utama dari opini WTP bukan sekadar sebuah penghargaan atau piagam di atas kertas.

Nilai sesungguhnya dari predikat ini adalah bagaimana pengelolaan keuangan daerah yang akuntabel dapat diimplementasikan untuk kesejahteraan masyarakat, melalui program pembangunan yang tepat sasaran dan bebas dari penyelewengan.

Ia berharap agar tata kelola keuangan yang bersih dan transparan ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan oleh kepemimpinan berikutnya.

"Jaga terus akuntabilitas keuangan daerah ini jangan sampai kendor. Prestasi sepuluh tahun ini harus menjadi standar minimal, sekaligus pemacu semangat bagi seluruh jajaran untuk selalu memberikan yang terbaik bagi masyarakat," pungkasnya. (HENDRI/H)