SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan transportasi udara di Kalimantan Tengah. Hal ini didorong oleh jumlah penduduk terbesar di wilayah tersebut serta tingginya aktivitas ekonomi, terutama dari sektor perkebunan kelapa sawit, perdagangan, dan pertambangan.

"Untuk potensi (penumpang transportasi udara) di wilayah Kalimantan Tengah khususnya dari 13 kabupaten 1 kota, penduduk terbesar itu di Kota Sampit ini, Kotawaringin Timur. Dan investasi terbesar di sini adalah perkebunan kelapa sawit," kata Bupati Kotim Halikinnor, Sabtu, 20 Juni 2026.

Ia menjelaskan, luas perkebunan kelapa sawit di Kotim mencapai hampir satu juta hektare, menjadikannya salah satu kabupaten dengan konsentrasi perkebunan terbesar di Indonesia. Selain itu, sektor pertambangan dan perdagangan jasa juga menjadi penopang utama ekonomi daerah.

Dengan potensi tersebut, pemerintah daerah berharap kehadiran maskapai Super Air Jet dapat memperkuat konektivitas udara di Sampit, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat maupun investor yang selama ini harus melalui Palangka Raya untuk mencapai Kotim.

Halikinnor juga menilai ke depan rute penerbangan di Bandara H Asan Sampit perlu terus dikembangkan. Selain rute Sampit-Jakarta, ia berharap rute lain seperti Sampit-Surabaya juga dapat diterbangi pesawat Airbus karena tingginya permintaan penumpang.

"Karena saat ini Wings Air (pesawat ATR) Sampit-Surabaya yang terbang setiap hari itu full terus," ujarnya.

Menurutnya, potensi penumpang rute Surabaya, khususnya untuk tujuan bisnis dan perdagangan sangat besar. Selain sektor bisnis, Halikinnor juga menyoroti potensi besar perjalanan ibadah umrah dari Kotim. Dengan mayoritas penduduk muslim, kebutuhan perjalanan ke Tanah Suci dinilai cukup tinggi dan dapat mendukung pertumbuhan sektor penerbangan.

Ia yakin peningkatan konektivitas udara akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk sektor pariwisata dan investasi. Kehadiran maskapai besar di Sampit juga diharapkan menjadi pemicu masuknya lebih banyak investor ke Kotim.

"Ini juga terhubung dengan beberapa daerah, sehingga nanti teman-teman yang mau pulang kampung atau mau berangkat ke mana saja itu langsung bisa konek. Termasuk pariwisata kita juga bisa berkembang," pungkasnya. (DEWIP/y)