SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di kawasan Wengga Metropolitan. Hasil peninjauan menunjukkan pembangunan berjalan pesat dan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

"Saya terkesan sekali karena saat meninjau tadi progresnya sangat cepat. Berdasarkan laporan General Manager, ada sekitar 65 karyawan dan 100 tukang yang bekerja dengan sistem shift siang dan malam. Karena itu realisasi pembangunan terlihat cukup pesat dan sampai sekarang tidak ada kendala signifikan yang menghambat pekerjaan," kata Halikinnor, Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, hanya terdapat satu hal yang masih perlu mendapat perhatian, yakni akses jalan menuju lokasi dari Lingkar Utara. Pemerintah daerah akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar tidak mengganggu kelancaran aktivitas nantinya.

"Tadi ada laporan terkait jalan masuk dari Lingkar Utara yang masih perlu perbaikan. Saya akan meminta Dinas PU untuk mengecek kondisi di lapangan dan melihat langkah penanganan yang bisa dilakukan," ujarnya.

Halikinnor menyampaikan rasa syukur karena Kotim menjadi salah satu daerah penerima program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah pusat. Menurutnya, fasilitas yang disediakan sangat memadai dan dapat menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang layak.

"Kita bersyukur Kotim dipercaya menjadi salah satu lokasi Sekolah Rakyat. Fasilitas yang tersedia sangat baik. Tadi kami melihat langsung ruang kelas yang sudah selesai dikerjakan dan hasilnya sangat bagus, lengkap dengan berbagai sarana pendukung lainnya," tambahnya.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat diperuntukkan khusus bagi masyarakat kurang mampu. Seluruh kebutuhan peserta didik akan ditanggung pemerintah, mulai dari biaya pendidikan, tempat tinggal, hingga kebutuhan sehari-hari selama menempuh pendidikan.

Ia menambahkan, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat direncanakan dimulai pada 14 Juli 2026. Saat itu sekaligus peserta didik yang sementara belajar di kawasan Islamic Center akan dipindahkan ke gedung baru di Wengga Metropolitan.

"Targetnya sebelum MPLS dimulai seluruh fasilitas utama sudah siap digunakan. Dari hasil peninjauan tadi, GM mengatakan pekerjaan dapat selesai tepat waktu," katanya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung keberadaan Sekolah Rakyat agar program tersebut dapat berjalan maksimal dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kotim.

"Mudah-mudahan program pemerintah pusat yang ditempatkan di daerah kita ini berjalan lancar dan benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas SDM masyarakat Kotim," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)