BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan pihaknya menyiagakan 500 personel dalam Operasi Aman Nusa-II sebagai upaya mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
"Apel ini saya ingin memastikan personel yang dilibatkan, kemudian sarpras yang akan digunakan itu semua siap," katanya saat memimpin apel di halaman Barigas Mapolda Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Selasa.
Dia menjelaskan Operasi Aman Nusa-II digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla yang saat ini mulai terjadi di Kalimantan Tengah.
Menurut dia, apel gelar pasukan menjadi upaya penting untuk memastikan seluruh personel beserta perlengkapan yang digunakan benar-benar siap menjalankan tugas di lapangan.
"Walaupun kita semua tahu sarpras yang kami miliki ini belum optimal dengan situasi yang ada di lapangan. Untuk itu kami akan menjalin koordinasi dengan instansi lain untuk mengoptimalkan penanganan karhutla," ucapnya.
Iwan mengatakan Polda Kalimantan Tengah terus memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, serta instansi terkait agar penanganan karhutla dapat dilakukan secara terpadu dan lebih efektif.
Selain kesiapan personel dan peralatan, koordinasi antarlembaga juga terus diperkuat sehingga setiap laporan titik api maupun kebakaran dapat segera ditindaklanjuti di lapangan.
"Kita juga ingin memastikan koordinasi yang dilaksanakan anggota ini benar-benar terjalin sehingga ketika ada kejadian, dapat segera dilakukan penanganan," ujarnya.
Kapolda menegaskan upaya pencegahan tetap menjadi prioritas, melalui pembinaan kepada masyarakat terus dimasifkan dengan melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta kelompok Masyarakat Peduli Api agar potensi karhutla dapat ditekan sejak dini.
Polda Kalimantan Tengah juga meningkatkan patroli darat dan patroli udara untuk memantau wilayah rawan karhutla. Dia juga telah menginstruksikan seluruh kapolres memanfaatkan helikopter dalam patroli udara guna mempercepat deteksi titik api.
"Saya berharap lebih baik bisa mencegah terjadinya karhutla. Makanya sekarang kegiatan pembinaan masyarakat terus masif dilakukan, dengan melibatkan para Bhabinkamtibmas, Babinsa hingga masyarakat peduli api," demikian Iwan.
ANTARA









