BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menilai meningkatnya kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) selama musim kemarau menjadi salah satu penyebab antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sampit dalam beberapa hari terakhir.
"Karena otomatis antrean ini pasti pasokan yang kurang sementara kebutuhan kemarau ini biasanya kebutuhan meningkat," kata Halikinnor, Senin, 3 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong lonjakan kebutuhan BBM adalah intensitas operasi pemadaman karhutla yang melibatkan banyak kendaraan dan peralatan.
"Kenapa meningkat? Kita saja biasanya tidak ada upaya pemadaman api, sekarang ikut pemadaman api pasti butuh BBM. Kebanyakan pekerja mendulang emas juga butuh BBM. Itu mungkin salah satu juga karena dengan kemarau ini juga berpengaruh," ujarnya.
Selain peningkatan kebutuhan, tidak menutup kemungkinan adanya kendala dalam distribusi pasokan BBM ke daerah. Namun, ia menegaskan penyebab pastinya perlu dikonfirmasi langsung kepada pihak Pertamina.
"Tanyakan langsung dengan Depot Pertamina itu lebih tahu teknis. Kalau saya secara umum saja melihatnya, itu mungkin entah karena tangkernya terhambat atau apa biasanya ada kendala yang membuat pasokan BBM itu berkurang atau memang kebutuhan kita meningkat," tambahnya.
Menyikapi keluhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kotim berencana memanggil pihak Pertamina untuk meminta penjelasan terkait kondisi pasokan BBM di wilayah tersebut.
"Kita ingin panggil dulu Kepala Pertaminanya, apa masalahnya. Kalau memang kuotanya berkurang, kita akan ajukan tambahan kuota sebanyak kebutuhan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)









