SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyoroti sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendekati Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara H Asan Sampit.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius karena dapat mengganggu aktivitas penerbangan dan berdampak terhadap iklim investasi daerah.

"Saat ini yang krusial sekali kita hadapi adalah karhutla. Tadi malam saya melihat berita, jadi yang masuk di Kalteng ini pertama Kota Palangka Raya, setelah itu yang parah juga di Tumbang Nusa yaitu Pulang Pisau, dan terakhir muncul Kotawaringin Timur di pemberitaan nasional," kata Halikinnor, Senin, 3 Agustus 2026.

Ia mengaku telah meninjau langsung lokasi kebakaran di kawasan Lingkar Utara maupun Jalan Tjilik Riwut Sampit-Kota Besi yang berada tidak jauh dari kawasan bandara.

Menurut Halikinnor, kelancaran operasional Bandara H Asan harus dipertahankan setelah berhasil melayani pesawat Airbus A320 milik Super Air Jet. 

Mendatangkan maskapai tersebut penuh perjuangan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak bekerja maksimal menekan karhutla agar asap tidak mengganggu jarak pandang penerbangan. Menurutnya, akses transportasi udara yang lancar menjadi salah satu faktor penting menarik investasi ke Kotim.

"Harapan kita dengan transportasi udara yang begitu lancar, investa masuk di daerah kita. Tidak ada lagi alasan investor datang ke Sampit itu kesulitan karena transportasi udaranya terhambat," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)