BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) akan menyebar 1.000 sumur bor bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Pak presiden kemarin (saat kunjungan kerja di Palangka Raya menyampaikan), akan segera mendrop alat-alat untuk membuat sumur bor. Kurang lebih ada 1.000 yang akan diberikan kepada kami,” ujar Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan saat meninjau penanganan Karhutla di Jalan Reflisia, Kelurahan Petuk Katimpun, Palangka Raya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Menurut Kapolda, keberadaan sumur bor sangat membantu petugas dalam menangani karhutla. Sebab, dari upaya sebelumnya, sumber air menjadi kendala. Terlebih saat ini atau ketika musim kemarau, air sungai juga surut.
“Hasil uji coba, khususnya di wilayah Palangka Raya dan Pulang Pisau, kedalaman 10 sampai 20 meter, air sudah bisa keluar. Jadi, ini efektif,” ungkapnya.
Selain penanganan karhutla, Polda Kalteng juga menjalankan proses hukum bagi siapa saja yang terlibat. Saat ini, ada 51 kasus yang sedang diselidiki, kemudian kurang lebih yang naik ke penyidikan berjumlah 8 kasus dan ada 13 tersagka. Sedangkan korporasi, ada 4 yang sedang didalami.
“4 koorporasi sedang dalami, bagaimana keterlibatannya, apakah ada kelalaian atau sengaja dalam karhutla ini. Tapi, belum bisa dijelaskan secara mendalam karena memang masih dalam penyelidikan,” tuturnya.
Sekadar diketahui, peninjauan Kapolda didampingi pejabat utama di Petuk Katimpun bertujuan memberikan semangat kepada personel yang bertugas, baik siang maupun malam.
“Sekaligus mencoba kendaraan ATV, apakah efektif atau tidak ketika memasuki lokasi yang sulit dijangkau kendaraan roda empat,” ujarnya.
Kapolda menambahkan, pihaknya sebenarnya telah memiliki kendaraan roda dua yang dirancang untuk menjangkau lokasi sulit. Namun, penggunaan ATV juga diuji untuk melihat efektivitasnya di medan gambut.
“Sebenarnya kita sudah ada kendaraan roda dua yang didesain, tapi ini mencoba lebih efektif karena tumpuannya tidak terlalu berat di lahan gambut,” tuturnya. (BUDI/y)









