PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, memaparkan langkah-langkah teknis besar yang telah dijalankan pihaknya dalam upaya menekan angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng.

Upaya tersebut terbagi menjadi dua pilar utama, yaitu Preemtif dan Preventif, yang mencakup sosialisasi, pemasangan spanduk, hingga patroli lintas unsur.

“Kami tidak hanya menunggu api muncul, tetapi bergerak sejak dini melalui dua pendekatan preemtif dan preventif. Tujuannya agar masyarakat sadar risiko dan titik api bisa dideteksi lebih cepat,” ujar Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, Senin, 24 Agustus 2026.

Pada tahap preemtif, Polda Kalteng telah melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan pengawasan. Mulai dari sosialisasi Karhutla, ada 26.438 kegiatan yang disebar ke berbagai wilayah rawan.

Sosialisasi Maklumat Kapolda: Tersebar sebanyak 25.059 lembar untuk menyampaikan larangan dan sanksi. Pemasangan Spanduk: Sebanyak 777 unit dipasang di titik strategis. Patroli Preemtif: Dilakukan di 18.687 titik yang dinilai rawan kebakaran. 

Sementara itu, upaya preventif dilakukan melalui patroli tiga dimensi dan pemanfaatan teknologi, di antaranya;

Patroli Darat: Polda Kalteng bersama Kodam XXII/Tambun Bungai dan instansi terkait melakukan patroli lokasi rawan karhutla di seluruh wilayah hukum Polda Kalteng

Patroli Udara: Dipimpin oleh Ditpolairud Polda Kalteng bersama BPBD, memantau titik api dari udara di daerah rawan

Patroli Sungai: Dilakukan di sepanjang pesisir sungai yang rawan kebakaran di seluruh perairan provinsi Kalteng

Pemanfaatan Drone: Digunakan untuk memantau lokasi karhutla yang sulit dijangkau dari darat maupun udara.

Kapolda menegaskan bahwa kombinasi antara edukasi masif dan patroli menyeluruh menjadi kunci utama dalam menekan luasan kebakaran.

Dengan adanya data yang menunjukkan penurunan luasan lahan terbakar dibanding periode El Nino sebelumnya, langkah-langkah tersebut dinilai mulai memberikan hasil yang nyata.

“Sinergi antara pencegahan dan pengawasan terus diperkuat. Kami harap angka sosialisasi yang besar berbanding lurus dengan kesadaran masyarakat untuk tidak membakar lahan,” tambahnya.

Seluruh langkah ini akan terus dijalankan dan ditingkatkan hingga musim kemarau berakhir demi menjaga Kalteng dari ancaman karhutla. (PATHUR/y)