BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama atau SMP Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Muhammad Aswani, memberikan penguatan kepada para kepala sekolah jenjang SMP untuk meningkatkan tata kelola pendidikan, integritas, serta perlindungan dan pengembangan potensi peserta didik.
Penguatan tersebut disampaikan dalam pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah atau MKKS di SMP Negeri 5 Palangka Raya pada Rabu, 26 Agustus 2026. Dalam arahannya, Aswani menekankan pentingnya membangun sekolah yang tidak hanya tertib secara administrasi, tetapi juga memiliki budaya dan integritas yang kuat.
Menurutnya, semangat Kota Antikorupsi harus diterapkan melalui kebiasaan sehari-hari di lingkungan sekolah. Nilai kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan harus menjadi budaya yang hidup dan diterapkan seluruh warga sekolah.
“Pendidikan antikorupsi jangan hanya kita lihat sebagai kegiatan formal. Kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan keteladanan harus menjadi budaya yang hidup di sekolah,” ujarnya dalam rilis yang diterima Borneonews pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Ia juga meminta kepala sekolah meningkatkan dokumentasi serta penginputan kegiatan antikorupsi melalui Jaga.id. Pelaksanaan program, kata dia, harus diikuti dengan dokumentasi dan pelaporan yang konsisten agar setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain integritas, Aswani mengingatkan sekolah agar aktif mencegah anak putus sekolah. Pemantauan terhadap peserta didik yang berpotensi tidak melanjutkan pendidikan perlu dilakukan sejak dini, disertai komunikasi dengan orang tua dan pihak terkait.
“Jangan sampai kita menunggu anak berhenti sekolah baru kita bergerak. Kita harus mengetahui sejak awal siapa yang membutuhkan perhatian dan mencari solusi bersama,” tegasnya.
Dalam bidang pengelolaan data, ia mengapresiasi sekolah yang telah melaksanakan Sulingjar. Namun, menjelang cut off 31 Agustus 2026, sekolah diminta memastikan seluruh data peserta didik, rombongan belajar, PTK, serta sarana dan prasarana benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Data harus kita pastikan benar sebelum disinkronkan. Jangan sampai ada data yang tertinggal atau tidak sesuai dengan kondisi sekolah,” jelasnya.
Aswani juga meminta sekolah memperhatikan kondisi lingkungan akibat karhutla, khususnya kualitas udara, dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku. Sekolah diminta menyiapkan instrumen bagi orang tua sebagai bentuk kesiapan apabila pembelajaran jarak jauh (PJJ) harus diterapkan.
Di sisi lain, kepala sekolah didorong terus melakukan refleksi terhadap pembinaan minat dan bakat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler, kompetisi, dan literasi.
“Setiap anak memiliki potensi. Tugas sekolah adalah memberikan ruang agar potensi itu ditemukan, dikembangkan, dan diarahkan menjadi prestasi,” ungkapnya.
Penguatan juga menyasar keamanan dan pemeliharaan aset sekolah. Kepala sekolah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, memeriksa instalasi listrik, menjaga keamanan sarana prasarana, serta memastikan aset sekolah terpelihara dengan baik.
“Pencegahan itu lebih baik daripada menunggu kejadian. Aset sekolah adalah tanggung jawab kita bersama, sehingga harus dijaga sejak awal,” katanya.
Ia turut menyampaikan selamat kepada kepala sekolah baru maupun yang mendapat amanah sebagai pelaksana tugas (Plt). Jabatan tersebut, menurutnya, merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Pada kesempatan itu, Aswani juga mendorong sekolah semakin terbuka dan hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, lomba, upacara, maupun kegiatan kemasyarakatan.
“Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar anak. Jadikan sekolah sebagai bagian dari masyarakat, sehingga masyarakat merasa memiliki dan ikut menjaga keberadaan sekolah,” pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/y)









