SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor menyalurkan 40 ribu liter air bersih kepada masyarakat di wilayah selatan Kotim yang mengalami kesulitan air bersih akibat sumber air PDAM yang mulai payau.

Penyaluran air bersih tersebut menyasar sejumlah wilayah di Kecamatan Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan. Bantuan disalurkan menggunakan 8 mobil tangki dan 28 mobil profil tank kapasitas 5.000 liter.

Halikinnor mengatakan, meski jaringan PDAM telah masuk ke beberapa wilayah tersebut, sumber air PDAM Sei Lepeh yang berasal dari Sungai Sampit telah terkontaminasi air laut sehingga menjadi asin dan tidak dapat dikonsumsi.

"Jadi hari ini kita secara seremonial sebenarnya kita menyalurkan air bersih ini untuk khususnya daerah warga-warga kita yang berada di daerah selatan, yaitu Teluk Sampit dan Mentaya Hilir Selatan, yang memang saat ini kesulitan air bersih," kata Halikinnor, Kamis, 17 September 2026.

Menurutnya, persoalan air bersih harus segera ditangani karena berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah tidak ingin kondisi tersebut berkembang menjadi persoalan kesehatan akibat masyarakat mengonsumsi air yang tidak layak.

"Kita menyalurkan ini karena memang kalau air bersih ini berdampak sekali terhadap kesehatan. Jangan sampai nanti kita KLB diare misalnya karena masalah air bersih," ujarnya.

Halikinnor menegaskan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan. Pemerintah daerah akan menindaklanjuti laporan kepala desa mengenai kondisi ketersediaan air di wilayah masing-masing.

"Jadi nanti juga terus tim kita terus melanjutkan ini untuk penyaluran air bersih. Jadi kalau kepala desa misalnya melaporkan, 'Pak, ini sudah habis, kekurangan lagi, perlu didistribusikan,' kita akan laksanakan lagi distribusi," jelasnya.

Dalam penanganan tersebut, Pemkab Kotim melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, organisasi perangkat daerah dan sejumlah perusahaan yang membantu penyediaan armada untuk mendistribusikan air.

Halikinnor menjelaskan, kegiatan yang dilakukan hari ini merupakan penyaluran secara seremonial. Distribusi air bersih sebenarnya telah berjalan sejak Agustus 2026.

"Sehingga air bersih ini tetap berjalan. Sepanjang nanti ada laporan dari kepala desa bahwa mereka di sini masih kekeringan dan membutuhkan, kita akan tetap salurkan," tegasnya.

Adapun penyaluran kali ini mencakup Kecamatan Mentaya Hilir Selatan meliputi Desa Lampuyang dan Desa Parebok sedangkan Kecamatan Menataya Hilir Selatan meliputi Desa Sei Ijum dan Sebamban.

Sementara itu, Camat Mentaya Hilir Selatan Wahyudah mengatakan persoalan kekurangan air bersih telah dirasakan masyarakat sejak musim kemarau.

"Awal Juli panas sedang-sedang saja. Saat itu warga yang tidak punya PDAM kami bersama Kapolsek dan Pos Damkar sudah menyalurkan air bersih kepada mereka. Lalu September air PDAM Pulau Lepeh tidak bisa konsumsi karena sudah payau," kata Wahyudah.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kotim dan seluruh pihak yang membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

"Terima kasih kepada Bupati menyalurkan bantuan air bersih. Saya berharap setelah ini turun hujan," ujarnya. (DEWI PATMALASARI/H)