BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengunjungi rumah warga penerima bantuan di Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
"Kita ingin melihat langsung kondisi masyarakat di lapangan. Dengan datang ke rumah, kita bisa mengetahui apa yang sudah diterima, bagaimana kondisi tempat tinggalnya, dan apakah masih ada kebutuhan lain yang perlu mendapat perhatian," ujar Halikinnor, Selasa, 22 September 2026.
Dirinya didampingi Ketua Baznas Kotim Sutimin dan Lurah Mentawa Baru Hilir Putri Noorgeulis Fimaulyahar saat mengunjungi rumah warga di Jalan Delima 6.
Halikinnor melihat kondisi tempat tinggal warga yang sebelumnya mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Ia juga mengecek kondisi keluarga penerima bantuan serta kebutuhan lain yang masih perlu mendapatkan perhatian pemerintah.
Warga tersebut merupakan masyarakat yang masuk dalam pendataan program bantuan pemerintah. Mereka di antaranya menerima bantuan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat.
Data penerima bantuan tersebut tercatat dalam desil 3 pada data sosial ekonomi yang menjadi salah satu acuan dalam menentukan sasaran program bantuan.
Halikinnor mengatakan, pengecekan langsung diperlukan agar pemerintah tidak hanya mengandalkan data administrasi, tetapi juga memahami kondisi penerima bantuan secara nyata.
Menurutnya, kunjungan ke rumah warga dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat apakah bantuan yang telah diberikan sudah memberikan manfaat atau masih terdapat kebutuhan dasar lain yang perlu ditindaklanjuti.
Kunjungannya juga dirangkaikan dengan pelayanan kesehatan langsung di kediaman warga. Kelurahan Mentawa Baru Hilir bersama Puskesmas Ketapang 1 memberikan pemeriksaan kesehatan kepada warga.
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga mengecek kepesertaan BPJS Kesehatan untuk memastikan status kepesertaan warga tetap aktif.
Pelayanan secara jemput bola tersebut ditujukan terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan secara langsung.
"Pelayanan kepada masyarakat harus kita dekatkan. Kalau ada warga yang karena kondisi tertentu tidak bisa datang ke fasilitas kesehatan, maka pelayanan yang datang ke rumah seperti ini sangat membantu," tambahnya.
Halikinnor menilai kebutuhan masyarakat tidak berhenti pada bantuan pangan maupun perbaikan tempat tinggal. Aspek kesehatan juga perlu diperhatikan agar penanganan warga yang membutuhkan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, kelurahan, fasilitas kesehatan dan Baznas dalam menangani kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar berbagai bentuk dukungan, mulai dari bantuan sosial, perbaikan rumah hingga pelayanan kesehatan, dapat diberikan secara terintegrasi kepada warga yang membutuhkan.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita perlu bersinergi agar bantuan sosial, perbaikan rumah dan pelayanan kesehatan bisa berjalan bersama dan menyentuh masyarakat yang memang membutuhkan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









