PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya — Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian di Kotawaringin Barat tidak hanya melibatkan laki-laki.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Henky Satrio Wibowo, mengatakan terdapat 10 tenaga pelaksana yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan kawasan tersebut.

Dua di antaranya merupakan perempuan.

Total insentif yang diterima para tenaga pelaksana mencapai sekitar Rp30,8 juta per bulan atau Rp369,6 juta per tahun.

“Angka tersebut bukan sekadar angka ekonomi. Ia menunjukkan bahwa menjaga kawasan juga dapat menjadi bagian dari pekerjaan masyarakat,” ujar Henky kepada Borneonews pada Minggu, 27 September 2026.

Kawasan Danau Masoraian memiliki luas sekitar 3.006 hektare dan dikelola KTH Komunitas Karya Masoraian dengan melibatkan 213 anggota.

Kegiatan pengelolaan mencakup patroli dan penjagaan, pemeliharaan lingkungan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan, restorasi area gambut terbuka hingga pemantauan keanekaragaman hayati.

Menurut Henky, keterlibatan masyarakat menjadi penting karena keberlanjutan kawasan juga harus memberikan manfaat nyata bagi warga.

“Kalau masyarakat diminta menjaga hutan, kebutuhan ekonominya juga harus diperhatikan,” katanya. (TESTI PRISCILLA/j)