BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah perlu memperkuat langkah pengendalian inflasi di tengah ancaman gangguan pasokan dan distribusi akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang masih terjadi di Kalimantan Tengah.
Pengamat Ekonomi yang juga dosen Universitas Kristen Palangka Raya, Rawing Rambang, mengatakan pengendalian inflasi harus dilakukan dengan memastikan ketersediaan komoditas pangan strategis tetap terjaga di tengah kondisi lingkungan yang tidak menentu.
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah meningkatkan produksi pangan strategis. Selain itu, kerja sama antarwilayah produsen juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.
"Pengendalian inflasi perlu dilakukan melalui peningkatan produksi pangan strategis seperti kerja sama antarwilayah produsen," ujar Rawing kepada Borneonews pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Ia juga mendorong pemerintah melakukan operasi pasar apabila terjadi tekanan terhadap harga komoditas tertentu. Langkah tersebut penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah kenaikan harga yang semakin tinggi.
Selain operasi pasar, subsidi angkutan bahan pokok dinilai dapat menjadi instrumen penting ketika gangguan distribusi terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem maupun bencana lingkungan. Biaya distribusi yang meningkat dapat berpengaruh terhadap harga barang di tingkat konsumen.
Rawing juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap distributor. Menurutnya, pengawasan dibutuhkan untuk memastikan ketersediaan barang di pasar tetap terjaga dan mencegah terjadinya kenaikan harga yang tidak wajar.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat inflasi Kalteng pada September 2026 mencapai 5,02 persen secara tahunan dengan IHK 113,51 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah. Kapuas mencatat inflasi tertinggi sebesar 6,00 persen dengan IHK 114,65, sedangkan Sampit terendah sebesar 4,21 persen dengan IHK 112,55.
Menurut Rawing, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha dan wilayah produsen perlu diperkuat agar pasokan pangan tetap aman. Dengan distribusi yang lancar dan ketersediaan barang terjaga, tekanan inflasi akibat gangguan karhutla diharapkan dapat ditekan. (TESTI PRISCILLA/y)









