BORNEONEWS, Sampit - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam keselamatan transportasi sungai di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dinas Perhubungan (Dishub) Kotim mengimbau motoris kelotok dan perahu kecil yang melintasi Sungai Mentaya agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat jarak pandang menurun hingga kurang dari 100 meter.
"Kami mengimbau kepada seluruh motoris lebih berhati-hati di dalam perjalanan di Sungai Mentaya karena jarak pandang kalau kita lihat pada sore hari sampai di bawah 100 meter ini sangat berpengaruh pada keselamatan," kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah, Rabu, 14 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, pengawasan juga terus diperkuat melalui koordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan kepolisian sektor pelabuhan. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat yang menggunakan kelotok sebagai sarana penyeberangan.
Raihansyah meminta motoris tidak mengabaikan kondisi cuaca dan jarak pandang selama perjalanan, terutama ketika kabut asap mulai menebal pada sore hari.
Ia menjelaskan, kondisi kabut asap di kawasan Sungai Mentaya berubah-ubah mengikuti arah dan kecepatan angin. Ketika angin bertiup, asap cenderung bergeser ke daratan. Sebaliknya, saat angin tidak berembus, kabut asap dapat bertahan di kawasan sungai.
Karena itu, tingkat ketebalan asap tidak dapat dipastikan pada jam-jam tertentu. Pada pagi hari, jarak pandang di kawasan sungai diperkirakan masih sekitar 500 meter, tetapi situasinya dapat berubah sesuai kondisi angin.
"Jadi tidak bisa kita memastikan jam sekian asap tebal, jam sekian asap tebal," ujarnya.
Raihansyah menambahkan, karakteristik kapal juga memengaruhi risiko pelayaran saat jarak pandang terbatas. Kelotok dan perahu kecil relatif lebih mudah dikendalikan karena kecepatan serta kemampuan manuvernya, sedangkan kapal berukuran besar membutuhkan jarak lebih panjang untuk mengurangi kecepatan hingga berhenti.
Meski demikian, motoris kelotok tetap diminta mengutamakan keselamatan dan tidak hanya mengandalkan kemampuan mengendalikan perahu saat melintasi kawasan yang tertutup kabut asap.
Dishub Kotim akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memantau kondisi pelayaran di Sungai Mentaya. Masyarakat yang menggunakan transportasi sungai diharapkan mengikuti imbauan keselamatan, khususnya ketika kabut asap mengurangi jarak pandang. (DEWI PATMALASARI)









