NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Berhari-hari berjibaku di lapangan mulai berdampak pada kondisi fisik sejumlah petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lamandau.

Kelelahan, nyeri badan, nyeri ulu hati, hingga tekanan darah tinggi ditemukan saat petugas menjalani pemeriksaan kesehatan.

Personel yang diperiksa berasal dari sejumlah unsur, mulai BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, dan Pemadam Kebakaran yang selama ini terlibat langsung dalam penanganan karhutla.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Lamandau dr Pippy Yulianti mengatakan keluhan yang muncul cukup beragam.

“Keluhannya ada yang kelelahan, sakit-sakit badan, nyeri ulu hati. Beberapa juga ada yang tekanan darahnya tinggi,” kata Pippy, Selasa, 13 Oktober 2026.

Petugas yang mengalami keluhan kemudian mendapat pemeriksaan lanjutan dan diberikan vitamin untuk membantu menjaga kondisi tubuh.

Kepala Pelaksana BPBD Lamandau Hendikel mengatakan kesehatan personel perlu terus dipantau karena penanganan karhutla membutuhkan tenaga dan ketahanan fisik dalam waktu panjang.

“Pemeriksaan kesehatan ini penting untuk menjaga kondisi petugas yang bertugas di lapangan. Mereka harus tetap sehat agar bisa menjalankan tugas penanganan karhutla dengan baik,” ujarnya.

Kondisi lapangan yang berat dan durasi kerja panjang membuat stamina petugas menjadi salah satu hal yang perlu dijaga selama operasi pemadaman berlangsung.

Pemantauan kesehatan juga diperlukan agar keluhan yang muncul dapat diketahui lebih awal dan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.

Di tengah karhutla yang belum sepenuhnya tertangani, kesiapan personel tidak hanya bergantung pada jumlah petugas dan peralatan, tetapi juga kondisi fisik mereka selama menjalankan tugas. (NATALIA KRISTIN/j)