NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pangdam XXI/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin meminta upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lamandau diperkuat melalui sosialisasi, patroli, dan koordinasi lintas sektor.

Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang diikuti Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra dan Dandim 1017/Lamandau Letkol Arm Ady Kurniawan secara daring dari Aula Makodim 1017/Lamandau, Selasa, 13 Oktober 2026.

Zainul menekankan pentingnya meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Lebih aktif lagi sosialisasi untuk menyadarkan masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan. Koordinasi dengan BMKG untuk menurunkan awan menjadi hujan, optimalkan pemadaman tidak hanya fokus di satu titik hotspot, serta lakukan patroli bersama masyarakat dan aktifkan kembali siskamling,” kata Zainul.

Selain pencegahan, koordinasi dengan BMKG dinilai penting untuk mendukung langkah penanganan karhutla melalui kondisi cuaca yang memungkinkan.

Pangdam juga meminta pemadaman tidak hanya terkonsentrasi pada satu titik, tetapi dilakukan dengan mempertimbangkan sebaran lokasi rawan kebakaran.

Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan koordinasi antara TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait semakin solid dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla,” ujar Rizky.

Menurutnya, kesiapsiagaan bersama dibutuhkan untuk menekan dampak kebakaran terhadap masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi.

Sementara Dandim 1017/Lamandau Letkol Arm Ady Kurniawan mengatakan jajarannya akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan memaksimalkan peran Danramil dan Babinsa.

“Kami siap menindaklanjuti seluruh arahan dari Komando Atas dengan memaksimalkan peran para Danramil dan Babinsa untuk terus berpatroli serta bersinergi bersama Pemkab dan masyarakat,” katanya.

Selain patroli, keterlibatan masyarakat juga didorong melalui pengaktifan kembali siskamling untuk meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat laporan apabila ditemukan indikasi kebakaran. (NATALIA KRISTIN/j)