PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Marzhia Tesalonika, siswi SMKN 4 Kota Palangka Raya, mengangkat kearifan lokal masyarakat Dayak melalui penelitian kombinasi infus kelakai, kulit jeruk, dan serai yang mengantarkannya meraih medali perak International Science and Invention Fair (ISIF) 2026.

Penelitian berjudul Kelaka: The Efficacy of a Combination Infusion of Stenochlaena palustris, Orange Peel, and Lemongrass in Increasing Hemoglobin Levels to Prevent Anemia tersebut masuk kategori Life Sciences dalam kompetisi yang berlangsung di Depok, Indonesia, pada 6–17 Oktober 2026.

Kelakai menjadi bagian penting dalam penelitian Marzhia karena dikenal sebagai salah satu tumbuhan pangan lokal Kalimantan yang memiliki keterkaitan dengan kekayaan alam daerah.

Melalui penelitian ini Marzhia berupaya menghubungkan pengetahuan lokal masyarakat Dayak dengan pendekatan ilmiah untuk mengkaji potensi kombinasi infus herbal dalam meningkatkan kadar hemoglobin guna membantu mencegah anemia.

Marzhia mengatakan penelitian itu menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa tradisi dan pengetahuan lokal masyarakat Dayak memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pendekatan ilmiah.

“Dengan mengangkat kepercayaan dan tradisi lokal masyarakat Dayak ke kancah nasional dan internasional, saya mau membuktikan kalau hasil riset anak SMK juga bisa bikin perubahan nyata,” sebut Marzhia dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Marzhia meraih medali perak dalam ajang yang diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI).

Prestasi siswi kelas X DKV 2 SMKN 4 Kota Palangka Raya ini diharapkan dapat menginspirasi murid lainnya untuk mengeksplorasi potensi daerah, mengembangkan kemampuan riset, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. (HERMAWAN DP/R)