PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyebutkan sebanyak 16.387 personel gabungan disiagakan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat.

Pengerahan personel tersebut dilakukan di tengah masih tingginya kejadian karhutla, bahkan sempat tercatat 66 kejadian dalam kurun waktu 24 jam sampai dengan Minggu petang, 18 Oktober 2026.

Berdasarkan infografis harian BPB-PK Kalteng, luas lahan yang terbakar dalam periode tersebut mencapai 109,70 hektare dengan sebaran 8.087 titik panas atau hotspot.

Ahmad Toyib mengatakan penanganan karhutla terus dilakukan melalui pengerahan personel gabungan dan armada pemadam untuk menangani titik api yang muncul di wilayah Kalimantan Tengah.

"Kami terus mengoptimalkan pengerahan seluruh personel gabungan dan armada pemadam, baik darat maupun udara, untuk menangani titik api yang muncul di wilayah Kalteng," tegas Ahmad Toyib dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Upaya pemadaman turut didukung tujuh unit helikopter water bombing serta satu unit pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC)/patroli untuk membantu penanganan karhutla.

Selain mengoptimalkan pemadaman, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan terus dilakukan dengan 53 kasus yang saat ini tengah diproses.

Ahmad Toyib mengimbau seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah meluasnya titik api, sekaligus memperkuat sinergi antara satuan tugas, instansi terkait, dan masyarakat demi mewujudkan komitmen Kalteng Bebas Kabut Asap 2026. (HERMAWAN DP/R)