PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong penguatan kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lembaga jasa keuangan, dan dunia usaha untuk memperluas akses keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), generasi muda, penyandang disabilitas, hingga masyarakat perdesaan.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kotawaringin Barat melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kotawaringin Barat, Rody Iskandar, saat mengapresiasi penyelenggaraan Puncak Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2026 di Kabupaten Kotawaringin Barat.

Rody menilai, kegiatan BIK menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi berbagai pihak dalam meningkatkan literasi keuangan sekaligus membuka akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Daerah, OJK, lembaga jasa keuangan, dan dunia usaha dalam meningkatkan literasi serta memperluas akses keuangan, khususnya bagi pelaku UMKM, generasi muda, penyandang disabilitas, dan masyarakat perdesaan,” terang Rody dalam rilis OJK Kalteng pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurutnya, pemerataan akses keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kemudahan menjangkau layanan keuangan formal diharapkan dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha, mengelola keuangan, serta merencanakan kebutuhan finansial secara lebih baik.

"Bagi pelaku UMKM, akses terhadap layanan keuangan dapat menjadi pintu untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan kapasitas usaha," katanya lagi.

Sementara bagi generasi muda, peningkatan literasi keuangan penting untuk membangun kebiasaan menabung, memahami investasi, dan mengambil keputusan finansial secara bijak.

Perluasan akses juga perlu menjangkau penyandang disabilitas dan masyarakat perdesaan agar mereka memiliki kesempatan yang setara dalam memanfaatkan layanan keuangan. Dengan demikian, inklusi keuangan tidak hanya dinikmati kelompok masyarakat tertentu, tetapi dapat dirasakan lebih luas.

Rody berharap, kolaborasi pemerintah daerah, OJK, industri jasa keuangan, dan dunia usaha dapat terus diperkuat sehingga berbagai program literasi dan inklusi keuangan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.

“Dengan akses keuangan yang semakin merata, perekonomian daerah diharapkan dapat tumbuh secara inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Puncak BIK 2026 mengusung tema “Akses Keuangan Merata, Ekonomi Berdaya, Masyarakat Sejahtera”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan layanan keuangan formal yang diimbangi peningkatan literasi dan pelindungan konsumen.

Melalui momentum tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat berharap semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi ekonomi, meningkatkan kemandirian finansial, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (TESTI PRISCILLA/H)