BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Barat (Kobar) mulai mempersiapkan penerapan sistem pencairan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) secara online guna mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih efektif, efisien, dan akuntabel.
Kegiatan ini melibatkan pejabat penatausahaan keuangan dan seluruh bendahara pengeluaran satuan perangkat daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Kobar. Upaya tersebut diawali dengan sosialisasi SP2D Online yang berlangsung di Aula Sangga Banua, Kantor Bupati Kobar, Rabu, 21 Oktober 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar, Rody Iskandar, saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan bahwa penerapan sistem digital membutuhkan kesiapan aparatur, selain dukungan aplikasi dan infrastruktur yang memadai.
“Dengan adanya SP2D Online ini kita berharap proses pencairan dana pemerintah daerah semakin cepat dan tepat, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan program,” katanya.
Ia menilai, pemahaman terhadap alur kerja serta kepatuhan dalam menjalankan prosedur menjadi aspek penting untuk memastikan sistem baru dapat berjalan sesuai tujuan.
Melalui sistem berbasis elektronik yang terintegrasi, proses penerbitan hingga penyampaian SP2D diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dengan administrasi yang tertib dan akurat. Digitalisasi ini juga ditujukan untuk mengurangi risiko kesalahan dalam tahapan pencairan anggaran.
Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi sarana bagi perangkat daerah untuk memahami mekanisme dan prosedur penggunaan SP2D Online sebelum sistem diterapkan. Kesiapan para pejabat penatausahaan keuangan dan bendahara pengeluaran dinilai penting agar peralihan dari mekanisme sebelumnya dapat berjalan lancar.
Pemerintah Kabupaten Kobar berharap penerapan sistem ini dapat memperkuat pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.
Dengan proses administrasi pencairan yang semakin efektif, pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik diharapkan dapat berjalan lebih optimal. (NURITA/H)









