PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong generasi muda memanfaatkan peluang kerja di luar negeri. Pemkab Kobar bahkan menyiapkan dukungan pembiayaan bagi calon pekerja migran melalui BUMD Bank Marunting.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kobar Rodi Iskandar saat membuka Sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri, dalam rangka Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri.

Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia melalui Direktorat Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri tersebut berlangsung di Aula Universitas Antakusuma Pangkalan Bun, Selasa, 22 September 2026.

Dalam sambutannya, Rodi meminta para pemuda tidak menyia-nyiakan peluang kerja yang tersedia di luar negeri.

"Jangan sia-siakan peluang ini, belum tentu tahun depan ada peluang ini," kata Rodi.

Ia mengatakan, pada awalnya jumlah pemuda yang mendaftar untuk mengikuti program tersebut hanya 14 orang. Melihat kondisi tersebut, Pemkab Kobar berupaya memberikan dukungan agar semakin banyak pemuda yang berani mengambil peluang bekerja di luar negeri.

Salah satu bentuk dukungan yang disiapkan adalah melalui BUMD Bank Marunting. Bank milik pemerintah daerah tersebut siap membantu calon pekerja migran melalui fasilitas pinjaman hingga Rp50 juta.

"Awal itu hanya 14 pendaftar saat sosialisasi kerja keluar negeri. Melihat hal tersebut, Bupati berupaya mendorong adanya peningkatan pendaftar. Melalui BUMD Bank Marunting siap membantu bagi calon pekerja yang akan bekerja keluar negeri, dengan pinjaman Rp50 juta," ujarnya.

Menurut Rodi, bantuan pembiayaan tersebut diharapkan dapat meringankan beban calon pekerja sekaligus memberikan ketenangan bagi keluarga, khususnya orang tua. Pinjaman tersebut nantinya dapat dikembalikan secara bertahap setelah calon pekerja memperoleh penghasilan.

"Minimal ini bisa membantu orang tua, jadi tidak perlu khawatir. Nanti dicicil dengan gaji saat bekerja di luar negeri," tuturnya.

Rodi menambahkan, rencana dukungan pembiayaan bagi calon pekerja migran tersebut juga telah disampaikan kepada Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

"Hal ini juga sudah disampaikan ke Pak Menteri P2MI. Kita juga ada MoU," ungkapnya.

Selain persoalan pembiayaan, Pemkab Kobar juga mendorong peningkatan fasilitas pelatihan bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri. Rodi meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kobar menyiapkan fasilitas yang lebih baik.

Menurutnya, fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersedia saat ini masih belum representatif untuk mendukung peningkatan keterampilan calon pekerja sesuai kebutuhan pasar kerja.

"Kita dorong Disnakertrans menyiapkan fasilitas yang lebih baik. BLK yang ada saat ini masih belum representatif," tegasnya.

Rodi berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kobar, khususnya generasi muda yang ingin mendapatkan kesempatan kerja di luar negeri.

"Mudah-mudahan kegiatan ini terlaksana dengan baik," pungkasnya. (DANANG/H)