BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat mengucurkan dana 1 Miliar melalui Belanja Tak Terduga (BTT) APBD 2026, untuk sebagai wujud keseriusan dalam penanganan tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Disampaikan oleh Kepala BKAD Kobar Syahrudin bahwa BTT tahun 2026 ini sebesar 3 miliar. Kemudian saat ini proses pencairan dari usulan BPBD Kobar dan Dinsos Kobar sebesar 1 Miliar.
Dengan anggaran tersebut, diharapkan penangan Karhutla lebih maksimal dan bisa terkendali.
Disamping itu, selain nantinya menggunakan anggaran APBD, juga diharapkan ada bantuan dari Provinsi dan juga Pemerintah Pusat.
"Jika nanti memang tidak mencukupi, akan dilakukan relokasi lagi. Tapi mudah - mudahan tercukupi, " Ujarnya, saat dikonfirmasi pada Jumat, 4 September 2026.
Syahrudin juga menyampaikan, bahwa penangan Karhutla di Kobar dilakukan dengan gotong royong. Termasuk instruksi dari Bupati Kobar setiap SKPD mengirimkan 2 orang untuk ikut penangan pemadaman setiap harinya.
"Semenjak adanya kenaikan status tanggal darurat. 2 orang per SKPD untuk gabung dengan Tim Satgas Darurat Karhutla, di Kobar ada 36 SKPD. Jadi sehari sekitar 70 an bantuan tenaga untuk Tim Satgas," Ungkapnya.
Disamping itu juga, bantuan logistik dari berbagai pihak juga terus berdatangan. Sehingga diharapkan Karhutla bisa tertangani dengan baik.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Kepala BPBD Kobar Samuel, Realisasinya sebesar Rp 733,4 juta. Realisasi perkegiatanya meliputi Patroli Terpadu Pencegahan Karhutla
Sebesar Rp551.8 Jt, Realisasi Rp 441, 4jt, Pemadaman Darat Karhutla sebesar Rp 273,5 jt realisasi Rp 212.8 jt. Serta Pelatihan Relawan / MPA sebesar Rp 79,2 jt dan realisasi Rp 79.2 jt. (DANANG/H)









