SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menangani 7 program bantuan pembangunan tidak layak huni (RTLH) sepanjang 2026.

Dari jumlah tersebut, tiga rumah telah selesai dibangun, sedangkan empat lainnya masih dalam tahap penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) dan gambar bangunan.

"Kami yang sudah selesai ini ada tiga rumah. Lalu tiga rumah sedang dalam proses pembuatan RAB dan gambar. Ditambah rumah anak korban perundungan di Kecamatan Baamang, berarti ada empat yang masih proses," kata Kepala BAZNAS Kotim Sutimin, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, tiga rumah yang dibangun tersebut menggunakan anggaran dari BAZNAS Republik Indonesia.

Sutimin menegaskan, penyaluran bantuan rumah tidak layak huni dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi calon penerima. 

Program ini ditujukan kepada masyarakat miskin yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak layak dan membutuhkan bantuan untuk memperbaiki tempat tinggalnya.

Biasanya, BAZNAS menerima usulan calon penerima terlebih dahulu. Setelah itu, petugas melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi rumah dan kelayakan penerima bantuan.

Dalam proses tersebut, BAZNAS berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar bangunan.

"Biasanya ada usulan masuk, lalu kami survei dengan PU. Kami selalu dengan PU yang merancang," ujarnya.

Untuk setiap rumah, BAZNAS Kotim mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 juta. Dana tersebut dibagi menjadi Rp20 juta untuk pembelian material bangunan dan Rp5 juta untuk biaya tenaga kerja.

Sutimin menambahkan, dana bantuan RTLH yang bersumber dari infak dan sedekah berbeda dengan dana zakat.

BAZNAS berupaya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki sesuai peruntukan dan ketentuan penerima masing-masing.

"Jadi kami selain menyalurkan zakat dari para muzakki, infak, sedekah, insya Allah akan menyalurkan sesuai dengan yang berhak menerimanya. Karena kalau rumah ini dari infak dan sedekah, bukan zakat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)